Sosialisasi Perda, M Yahya Hadirkan PD Pasar Makassar Raya 

  • Whatsapp
Sosialisasi Perda, M Yahya Hadirkan PD Pasar Makassar Raya 

Makassar, Upeks.co.id–Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Makassar, M Yahya menghadirkan direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya dalam kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan Tahun Anggaran 2021 Angakatan VI terkait Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 15 tahun 2009 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Hotel Dalton Makassar, Sabtu 1 Mei 2021.

Dengan protokol kesehatan ketat pada kesempatan itu, anggota dewan asal Partai Nasdem ini menyebutkan, pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.

“Pasar dalam ilmu ekonomi adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi ekonomi,” ujarnya.

Dikatakan, pasar tidak menunjuk pada lokasi atau tempat tertentu, karena pasar tidak mempunyai batas geografis. Dalam hal ini, pasar merujuk pada semua kegiatan penawaran dan permintaan untuk tenaga kerja, modal, surat berharga, dan uang.

Selain itu, dirinya menyampaikan program unggulan Pemerintah Kota Makassar yang telah dilaunching yaitu Makassar Recover dimana salah satu tujuannya untuk pemulihan ekonomi.

Sementara Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya Saharuddin menyebutkan,  seiring dengan pelaksanaan Otonomi Daerah (Otoda) yang dititikberatkan pada daerah kabupaten dan kota, maka Pemerintah Kota Makassar berupaya mengembangkan mekanisme pembiayaan dengan menggali berbagai bentuk pembiayaan yang potensial untuk menunjang pembangunan Kota sekaligus peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat termasuk penyedia infrastruktur pasar yang representative termasuk pasar tradisional.

“Kehadiran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya selain dapat merumuskan formulasi arah kebijakan dan strategi untuk mendapatkan sumber pembiayaan untuk melengkapi sarana dan prasarana pasar PD. Pasar Makassar Raya diharapkan dapat membiayai dirinya sekaligus dapat memberi keuntungan dalam bentuk deviden ke kas Pemerintah Kota Makassar, “bebernya pada kegiatan yang dipandu Rini Susanty, Staff Sekretariat DPRD Kota Makassar.

Dia menyebutkan posisi strategis dan keunggulan komparatif yang dimiliki oleh Kota Makassar, maka diperlukan pasar untuk menjadikan sarana dan tempat distribusi barang serta tempat bertransaksi bagi masyarakat yang aman, bersih dan nyaman. 

Disamping itu, lanjutnya, pasar dimaksudkan sebagai sarana untuk mengendalikan harga dan pusat kegiatan perdagangan yang sekaligus sebagai potensi signifikan terhadap pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. 

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka PD Pasar Makassar saat ini berupaya untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar tercapai apa yang diharapkan. “Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan pihak Perbankan, BUMN, serta perusahaan yang mempunyai kepedulian besar terhadap Kota Makassar,” tandasnya. 

Nara sumber lainnya, Staff Ahli Hukum di DPRD Kota Makassar sekaligus sebagai Dosen di salah satu Universitas swasta di Makassar Dr. Zainuddin Djaka, SH, MH mengungkapkan, penyelenggaraan perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pasar modern, dilaksanakan berdasarkan atas asas kemanusiaan, keadilan, kesamaan kedudukan dan kemitraan. Ketertiban dan kepastian hukum, kelestarian lingkungan, serta kejujuran usaha dan Persaingan sehat (fairness).

Disebutkan pula, perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pasar modern, bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi serta pasar tradisional.

“Memberdayakan pengusaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi serta pasar tradisional pada umumnya, agar mampu berkembang, bersaing, tangguh, maju, mandiri, dan dapat meningkatkan kesejahteraannya,” ungkapnya.

Kemudian mengatur dan menata keberadaan dan pendirian pasar modern di suatu wilayah tertentu agar tidak merugikan dan mematikan pasar tradisional, mikro, kecil, menengah, dan koperasi yang telah ada dan memiliki nilai historis dan dapat menjadi aset pariwisata.

“Mendorong terciptanya partisipasi dan kemitraan publik serta swasta dalam penyelenggaraan usaha perpasaran antara pasar tradisional dan pasar modern,” pungkasnya. (rls).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *