Sosialisasi Pengarusutamaan Gender, M Yahya Harap Tidak Ada Lagi Diskriminasi

  • Whatsapp
Sosialisasi Pengarusutamaan Gender, M Yahya Harap Tidak Ada Lagi Diskriminasi

MAKASSAR, Upeks.co.id–Pengarusutamaan Gender adalah penerapan kepedulian gender dalam analisis, formulasi, implementasi dan pemantauan suatu kebijakan dan program dengan tujuan mencegah terjadinya ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Demikian diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Makassar M Yahya, pada kegiatan sosialisasi peraturan Perundang-undangan terkait Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) Angkatan ke VIII, di Hotel Dalton Makassar, Minggu 29 Mei 2021.

Bacaan Lainnya

Disebutkan anggota legislatif dari Partai Nasdem ini pengarusutamaan gender strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia dan berbagai bidang pembangunan.

” Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pengetahuan yang memadai mengenai arti pentingnya penerapan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam segenap bidang kehidupan. Diharapkan dengan adanya kesetaraan gender ini maka tidak ada lagi bentuk diskriminasi dan marginalisasi terhadap perempuan di masyarakat kita,” ungkap M Yahya dari Pemilihan Dapil Tamalanrea-Biringkanaya.

Pada bagian lain dikatakan, perempuan di negeri ini sering dihadapkan pada aturan sosial dan budaya masyarakat setempat yang lebih mengutamakan laki-laki. Padahal bisa jadi dari segi kemampuan dan keterampilan, perempuan mungkin mampu mengungguli laki-laki.

“Tapi ya itu tadi, aturan sosial dan budaya tersebut telah bertahun-tahun tertanam kuat dan menjadikan gerak langkah perempuan untuk maju menjadi terhambat,” tandasnya pada kegiatan dengan moderator Sitti Nurhayati, staff di Sekretariat DPRD Kota Makassar.

Narasumber Prof. Dr. H. Askari Razak, SH, MH, dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar,  mengungkapkan, pengarusutamaan gender adalah strategi yang dibangun untuk mengimplementasikan gender menjadi laki dan perempuan.

“Gender adalah konsep mengacu pada perbedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang menjadi akibat dapat berubah oleh keadaan sosial dan budaya masyarakat,”ujarnya.

Menurutnya, kesetaraan gender adalah kondisi dan posisi yang mengemmbangkan  kemitraan yang selaras serasi dan seimbang antar perempuan dan laki laki dalam akses, partisipasi, kontrol dalam proses pembangunan dan peningkatan yang sama dan adil di semua bidang kehidupan.

Sementara Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr. Nurlina Subair, M.Si mengatakan, pengarusutamaan gender adalah menyamanakan persepsi.  Disebutkan, kodrat berbeda dengan gender.

 Definisi kodrat berbeda perempuan dan laki-laki berdasarkan jenis kelamin yang ditentukan oleh Tuhan yang berlaku dimana saja dan tidak bisa diubah. “Sementata definisi gender adalah perbedaan peran dan tanggungjawab,” ujarnya.

Ditambahkan, kesetaraan gender sudah menjadi komitmen bangsa-bangsa di dunia yang dipertegas dalam Deklarasi Global ‘Konferensi Perempuan Sedunia ke-IV ‘ tahun 1995 di Beijing, dimana salah satu Negara anggotanya adalah Indonesia. (rls)