Ribuan Jamaah Salati Jenazah AGH Sanusi Baco, Ini Kesan dan Pesan Jusuf Kalla

  • Whatsapp
Ribuan Jamaah Salati Jenazah AGH Sanusi Baco, Ini Kesan dan Pesan Jusuf Kalla

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Ribuan jamaah memadati Masjid Raya, Makassar, Ahad (16/5/21). Siang. Kedatangan mereka selain untuk salat dhuhur berjamaah juga untuk menyalati jenazah ulama kharismatik Sulsel, Anre Gurutta Dr (Hc) KH Sanusi Baco, Lc yang wafat, Sabtu malam (15/5).

Almarhum yang dikenal tokoh moderat itu merupakan alumni Universitas Al Azhar Kairo, Mesir dan juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel dan Ketua Yayasan Masjid Raya, Makassar.

Bacaan Lainnya

Saat prosesi penerimaan dan pelepasan jenazah di Masjid Raya acara dipandu Ustadz Dr Kamaluddin Abunawas.

Tampak hadir Ketua Dewan Pembina Masjid Raya yang juga mantan Wapres RI, HM Jusuf Kalla, Plt. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Ketua PWNU Sulsel, PW Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse, Ketua Yayasan Wakaf UMI, Drs H MokhtarNoer Jaya.

Hadir pula, tokoh Sulsel, Aksa Mahmud, Wakil Ketua MUI Sulsel, Abdullah M Yunus, Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Prof Dr Faried Wadjedi dan ratusan da’i termasuk ustadz Nur Maulana.

Ketua Dewan Pembina Masjid Raya, HM Jusuf Kalla dalam sambutan pelepasan jenazah mengungkapkan, kepergian almarhum AGH Sanusi Baco, tentu membuat kita kehilangan. Di masa hidupnya beliau sangat peduli pada syiar Islam.

”Sepulang sekolah dari Kairo, Mesir, AGH Sanusi Baco langsung jadi imam tetap di Masjid Raya, Makassar dan tinggal dalam areal Masjid Raya. Selanjutnya menjadi Ketua Yayasan Masjid Raya, hingga akhir hayatnya,” ungkap Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia itu.

Menariknya, kata Jusuf Kalla, setiap jabatan yang dipegang AGH Sanusi Baco, tak ada yang berani menggantikannya. Termasuk jabatannya sebagai Ketua MUI Sulsel, hingga beliau wafat.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para jamaah atas doa yang dipanjatkannya. Semoga Allah Swt akan memberikan derajat yang tinggi pada almarhum. Jika ada hal-hal yang perlu diselesaikan, diharapkan segera menghubungi kami untuk diselesaikan,” pesan Jusuf Kalla.

Menjelang shalat dhuhur, dilaksanakan pembacaan ayat kursi dipimpin Ustadz Syahrir/Imam Masjid Raya serta sambutan dari sejumlah pejabat dan tokoh agama.

Ustadz Dr Firdaus Muhammad saat membacakan riwayat hidup almarhum mengemukakan, AGH Sanusi Baco, lahir di Maros 4 April 1937. istri Dra Hj St Aminah (wafat 9 Juli 2002). meninggalkan tujuh anak dan 11 cucu.

Riwayat pendidikan, DDI Galesong Baru Makassar, DDI Mangkoso Barru (8 tahun) tamat 1958), Fakultas Syariah UMI, S1, Universitas Al Azhar Kairo, Mesir (1963/1967), Anugerah Doktor Honoris Causa UIN Alauddin Makassar (30 Desember 2014).

Pekerjaan/organisasi, Ketua MUI Sulsel 20024-2021, Ketua Umum Masjid Raya (sampai sekarang), Rias Syuriah PWNU Sulsel, pendiri dan pimpinan umum Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Maros, Direktur Pondok Pesantren IMMIM, Makassar, dosen di sejumlah perguruan tinggi termasuk UIN Alauddin, Ketua Jurusan Perbandingan Mashab dan Hukum UIN Alauddin, Prakarsai Pendirian Pendidikan Kader Ulama (PKU).

Pengalaman lainnya, AGH Sanusi Baco, pernah mengikuti latihan militer Operasi Trikora. Dan tahun 1967 dapat amanah sebagai Komandan Peleton Mahasiswa Asia Tenggara Divisi Pertahanan Kota Kairo dalam perang aras Palestina versus Israel, kata Firdaus Muhammad.

Usai shalat dhuhur, jenazah almarhum AGH Sanudi Baco diberangkatkan untuk dimakamkan di Kabupaten Maros.

Saat jenazah diusung ke ambulance, tampak banyak warga berupaya mendekat dan memegang keranda jenazah seraya
meneteskan air mata. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.(rls)