Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas Sifat Nabi dan Rasul

  • Whatsapp
Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas Sifat Nabi dan Rasul

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Hari ke-21 Pesantren Ramadhan Virtual UMI bahas “Sifat-Sifat Nabi dan Rasul” menghadirkan Prof.Dr.H.Basri Dalle, MS, Dekan Fakultas Sastra UMI.

Hadir Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran UMI Dr.dr.Nasruddin A. Mappawere, Sp.OG, WD1 FAI UMI Dr.Akhmad Sahid, M.Pd, para Wakil Dekan IV UMI, Dosen, karyawan dan mahasiswa UMI, dipandu Host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.

Bacaan Lainnya

Prof. Basri Dalle menjelaskan sifat-sifat Nabi dan Rasul dikenal dengan Shiddiq, artinya berkata benar dan jujur, Amanah, artinya bertanggung jawab, Fathaanah, artinya cerdas, dan Tablig, artinya menyampaikan kebenaran dan kedamaian.

Selain itu, Nabi dan Rasul juga memiliki sifat jaiz, yakni sama dengan manusia biasa pada umumnya, yakni makan, minum, berpakaian, dst. Oleh karena itu, sangat penting untuk umat Islam meniru sifat-sifat Nabi dan Rasul tersebut, ajaknya.

Dr.dr.Nasruddin A. Mappawere menambahkan, sifat-sifat Nabi dan Rasul Muhammad Saw lainnya yang patut ditiru, adalah hal-hal kecil yang menjadi sunnah Nabi, sangat berpengaruh kepada Kesehatan manusia.

Misalnya soal melangkah ke kamar mandi dengan kaki kiri, sebab jika lantai licin, ada kaki kanan yang dapat menopang.

Demikian pula makan dan minum dengan posisi duduk, ternyata berpengaruh terhadap metabolisme makanan/minuman dalam tubuh yang lebih baik dibanding makan dan minum sambil berdiri.

Selanjutnya mengunyah makanan 18 – 20 kali, menjadikan kerja lambung lebih enteng, sehingga lebih banyak asam ke lambung. Itu membuat makanan cepat tercerna lambung.

Masih banyak lagi, sunnah Nabi Muhammad Saw yang sangat higienis dan membantu meningkatkan kesehatan manusia, jelasnya.

Dr. Ahmad Syahid menambahkan, disinilah pentingnya pemahaman dan penggalian yang mendalam tentang ajaran dan sunnah Nabi dalam membantu umat melaksanakan dan mempraktekkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, ajaknya.

Sementara itu, Surani menambahkan sifat-sifat Nabi dan Rasul menjadi cerminan yang bukan hanya diteorikan atau dijelaskan tetapi harus dipraktekkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-sehari, jelasnya.

Dr. Nurjannah Abna mengatakan, adab yang diajarkan kepada anak, sangat perlu dijelaskan alasannya, sebab bisa saja anak-anak salah kaprah, hanya langsung melaksanakannya tanpa mengetahui alasannya, sehingga kadang-kadang pada situasi yang berbeda, penerapannya bisa salah, misalnya dalam Bahasa Bugis, supaya
sopan kata-kata diakhiri dengan ki.

Dr. M.Ishaq Shamad menyampaikan, disinilah perlunya pemahaman yang komprehensif tentang ajaran Islam yang
bukan hanya Islam dipahami secara structural dalam bentuk hukum-hukum fiqhi.

Tetapi juga perlu dipahami dalam bentuk ajaran real/otentik Nabi Muhammad Saw terkait sifat-sifat dan karakter keseharian Nabi dalam mendidik dan membangun masyarakat/umat di Madinah, sehingga menghasilkan peradaban Madinah yang luar biasa, jelasnya. (rls).