Mempertahankan Wangi Ramadhan

  • Whatsapp
Mempertahankan Wangi Ramadhan

Penulis: Abd. Rauf, Lc

(Penghulu Ahli Madya Bontoala Kota Makassar)

Bacaan Lainnya

Jika Ramadhan adalah minyak wangi, tentu harum dan wanginya masih terasa dan belum hilang dari badan dan pakaian kita. Saya ingin mengajak pembaca bernostalgia dan mengenang kembali iman, ibadah dan akhlak kepribadian kita sepanjang bulan penuh berkah tersebut. Maka kemudian kita menemukan betapa iman begitu mantap, ibadah begitu khusyuknya dan akhlak kepribadian sangat terpelihara. Ramadhan memang wangi, mengharumkan orang-orang ber-Ramadhan. Imannya wangi, ibadahnya wangi, akhlaknya wangi. Telinga, mata dan lidah yang sering menjadi sumber dosa di bulan lain, menjadi wangi pada saat berpuasa. Alhamdulillah!Mempertahankan Wangi Ramadhan

Apa sesungguhnya yang membuat orang mukmin menjadi wangi di bulan Ramadhan? Tidak lain adalah amal salihnya; puasa, tarawih, qiyamul lail, baca al-Qur’an, zakat, infaq dan shadaqah taubat dan doa-doanya.

  1. Puasa.

Inilah sumber utama wangi Ramadhan. Inti bulan Ramadhan adalah puasa sebulan penuh. Puasa adalah junnah (perisai), kata Nabi saw. Dialah yang melindungi dari perbuatan tercela. Karena puasa, kita mampu menahan diri dari dosa. Karena puasa, mata menjadi terpelihara, pendengaran terjaga dan lisan terlindungi dari dusta, gibah, sumpah serapah dan tutur-tutur tak berguna. Karena puasa, hawa nafsu mampu ditundukkan. Tunduk kepada kehendak dan aturan Allah swt. Nafsu yang menyengsarakan jika dituruti (hawan muttaba’) dapat ditahan. Nafsu syhwat, nafsu perut dan nafsu untuk berdosa bias takluk dalam kendali iman.

  1. Shalat wajib dan sunnah

Perhatikanlah kegairahan ummat untuk shalat berjamaah baik secara pribadi maupun kolektif. Shalat lima waktu dilakukan berjamaah di mana-mana, di masjid-masjid, mushalla bahkan di kantor-kantor begitu ramai dilaksanakan. Shalat-shalat sunnat pun seperti rawatib, witir, tahjjud, duha dijaga pelaksanaannya oleh ummat islam di mana-mana. Belum lagi shalat taraweh yang merupakan ciri khusus Ramadhan, begitu semarak di semua tempat. Khusus, karena taraweh hanya ada di bulan puasa. Di luarnya tidak.

  1. Qiyamul lail dan witir

Bagi sebagian orang, qiyamullai/tahajjud dan witir adalah barang langka di luara ramadhan. Tetapi pada Bulan Puasa, seperti sangat mudah menunaikannya. Seolah-olah waktu begitu tersedianya dan dimudahkannya melaksanakan witir dan tahajjud.

  1. Baca Al-Qur’an.

Al-Qur’an tidak terpisahkan dari ramadhan. Ramadhan adalah Syahrul Qura’an (Bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan membaca Al-Qur’an, bulan Mengaji). Ummat islam mencurahkan perhatian besar terhadap membaca al-Qur’an pada Bulan Ramadhan. Semua berlomba-lomba mengkhatamkan sehingga ada yang khatam sepuluh kali, lima kali, tiga kali dan minimal sekali. Al-Qur’an mewarnai kehidupan mereka sepanjang ramadhan. Mengaji tiba-tiba menjadi amalan wajib setiap muslim baik sendiri-sendiri maupun berjamaah.

  1. Zakat, infaq dan shadaqah 
  2. Taubat 
  3. Doa-doa 

doa adalah symbol kedekatan dengan Allah swt dimana hati dan fikiran kita tunduk dan berharap kepada penguasa semesta alam raya. Dan itu kita lakukan setiap saat ketika kita berpuasa.

Benarlah ucapan Sahabat Nabi saw yang mulia, Abdullah bin Abbas ra sewaktu beliau berkata: “Sesungguhnya (amal) kebaikan (ibadah) itu memiliki (pengaruh baik berupa) cahaya di hati, kecerahan pada wajah, kekuatan pada tubuh, tambahan pada rezki dan kecintaan di hati manusia…”

Dus, jika ingin tetap wangi dan merasakan harumnya Ramadhan seumur hidup, jangan pernah meninggalkan amal-amal salih tersebut. So, Mau tetap wangi?