Masyarakat Enrekang Gelar Shalat Gerhana di Masing-masing Masjid

  • Whatsapp
Masyarakat Enrekang Gelar Shalat Gerhana di Masing-masing Masjid

ENREKANG, UPEKS.co.id — Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan tertanggal 25 Mei 2021 yang ditujukan kepada Para Bupati/Walikota Se Sulsel tentang imbauan agar seluruh masyarakat melaksanakan Shalat Gerhana di Masjid dan Musholla.

Hal ini berdasarkan informasi dari BMKG jika akan terjadi Gerhana Bukan Total Perigee  atau Super Blood Moon pada tanggal 26 Mei 2021(Malam Kamis/14 Syawal 1442H) dan diperkirakan puncak gerhana pada pukul 19.18.30 WITA.

Bacaan Lainnya

Untuk itu masyarakat Kabupaten Enrekang juga melakukan shalat gerhana dimasing-masing Masjid yang ada dilingkungan mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan Sekretaris Diskominfo Statistik Kabupaten Enrekang Aswan Anjas, S.Sos, M.A.P kepada Upeks diruang kerjanya, Kamis (27/5/2021).

” Jadi berdasarkan Surat Edaran Gubernur tentang imbauan untuk Shalat Gerhana maka masyarakat melaksanakan shalat gerhana secara mandiri di masing-masing Masjid seperti yang dilakukan masyarakat di Masjid Agung Enrekang”. Kata Sekretaris Diskominfo Statistik Enrekang.

Shalat gerhana yang dilakukan masyarakat Enrekang, Kata Anjas dilakukan usai pelaksanaan Shalat Isya sekitar pukul 19.20 sesuai jadwal yang ada pada Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan.

Anjas mengatakan selain shalat gerhana tidak ada acara seremonial yang dilakukan masyarakat didalam Masjid namun dia meminta agar masyarakat memperbanyak doa dan zikir apalagi saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia belum berlalu.

” Salah satu di sunnahkan setelah shalat gerhana kita diharuskan banyak-banyak berdoa jadi marilah kita perbanyak berdoa dan berzikir apalagi pandemi Covid-19 di Enrekang masih ada mari kita berdoa agar Kabupaten Enrekang terhindar dari segala macam musibah baik bencana sosial maupun alam”. Kata Mantan Kabid.Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Enrekang ini.

Selain di Masjid dan Mushalla, Shalat gerhana juga dilaksanakan di seluruh Pesantren yang ada di Kabupaten Enrekang.

Gerhana Bulan Total Perigee atau Super Blood Moon bisa dilihat dari sebagian besar wilayah Indonesia. Sekretaris Diskominfo Statistik Enrekang mengatakan waktu pengamatan atau penglihatan di setiap daerah berbeda-beda sebab ditentukan oleh  faktor wilayah.

Gerhana Bulan ada Peristiwa yang merupakan salah satu akibat pergerakan dinamis posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar.

” Jadi Gerhana matahari ataupun gerhana bulan bukanlah bencana, bukan fenomena alam melainkan hal yang memang akan terjadi pada fase tertentu”. Tutupnya. (Sry)