Keinginan Rektor Majdah Terkabul

  • Whatsapp
Keinginan Rektor Majdah Terkabul

KEINGINAN DR Ir Hj Andi Majdah M Zain MSI. Mau bertemu para wartawan. Akhirnya terkabul. Ahad (9/5/21). Tepat 27 Ramadan 2021. Di Masjid Ash Shahabah. Kampus Universitas Islam Makassar (UIM).

Rektor UIM ini ingin bertemu wartawan bukan tanpa sebab. Ternyata dia ingin bersua langsung dan mengenal para kuli tinta itu.

Bacaan Lainnya

“Saya menyadari teman-teman media sangat berperan. Dalam perkembangan UIM,” kata Majdah.

Majdah berbuka puasa bersama wartawan. Didampingi para pejabat UIM. Seperti Wakil Rektor, Direktur Program Pascasarjana Dr H Abd Rahim Mas P Sanjata MAg. Sejumlah dekan. Dan Kabag Humas dan Kerjasama tentunya. dr H Wachyudi Muchsin SH MKes (dr Yudi), akrab disapa dr Koboi.

“Gagasan bertemu wartawan ini berawal dari satu acara pertemuan para pemred media dan humas. Saat itu, kita sudah rencanakan untuk acara hari ini,” kata Rektor Perempuan Pertama UIM Makassar ini.

Istri Mantan Wagub Sulsel Dua Periode Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, M.S. ini mengaku, bertemu pimpinan media itu sudah biasa dan sering.

“Kalo unsur pimpinan media, kami sering ketemu. Baik pada saat ada acara maupun saat penandatanganan MoU. Tetapi, para wartawan yang langsung menulis. Dan yang berada paling depan dalam produksi berita. Itu yang jarang ketemu. Makanya itulah yang melatari pertemuan hari ini,” ungkap Rektor Keempat UIM ini.

Selain itu. Yang lebih penting adalah bagaimana pihaknya mengenal orang-orang yang selama ini membantu UIM dalam hal publikasi kepada masyarakat luas.

Usai buka puasa. Salat Magrib. Acara dilanjutkan dengan sebuah diskusi singkat. Ditambah tanya jawab antara wartawan dan manajemen UIM.

Dr Yudi memimpin diskusi setelah dibuka oleh MC. Usai itu. Sambutan Rektor UIM. Dan Sesi terakhir. Wartawan mendapat kesempatan bertanya tentang apa saja terkait UIM. Tentunya untuk bahan berita sesuai kebutuhan media masing-masing.

Banyak hal terungkap dalam sesi ini. Beragam pertanyaan muncul. Mulai dari masalah fisik. Infrastrukrur, program, penerimaan mahasiswa, alumni UIM, maupun target-target UIM di masa yang akan datang.

Salah satu yang menonjol diperbincangkan. Tentang program UIM yang sedang mengembangkan Kampus Islami dan Qurani. Menurut Majdah, seluruh prodi dan disiplin ilmu yang ada di UIM harus sejalan dengan program ini.

“Sarjana yang dihasillan harus sejalan dengan program ini,” kata Majdah, yang tampil dengan busana gamis hijau tua. Jilbab motif kembang merah jambu variasi maron. Berpadu dengan tas putih variasi hitam yang ditentengnya. Serta syal abu-abu.

Keinginan Rektor Majdah Terkabul

Untuk tujuan itu, maka dilakukanlah penggemblengan calon mahasiswa selama 40 waktu sholat atau sekitar 8 hari. Semacam persantren kilat. Jadi sebelum kuliah di UIM calon mahasiswa baru akan mendapat penguatan-penguatan tentang UIM.

Selain itu. Yang tak kalah menariknya dibicarakan dalam pertemuan singkat itu. Adalah infrastruktur UIM saat ini.

Tiga bangunan besar. Jangkung. Menterang. Dan Menonjol. Berdiri tegak di tepi poros utama Makassar, Jl Perintis Kemerdekaan. Kalau malam. Bangunan paling tinggi bermandi cahaya lampu. Dari kejauhan tampak menyalah oleh sinar yang muncrat dari gedung itu.

“Jadi bangunan kita ada tiga. Rektorat: yang ada ‘timpa lajaa’ –bahasa bugis–. di sebelahnya ada bangunan perpustakaan. Dan masjid ini. Yang kita tempati sekarang,” kata Majdah.

UIM tidak butuh banyak waktu untuk mewujudkan ketiga bangunan bangunan itu. Pembangunan dimulai Agustus 2019. Dan Agustur 2020. Fisik gedung sudah selesai.

“Kita saat ini fokus pada finishing. Dan ini mungkin akan sedikit lama. Karena memang kalau finishing bangunan butuh hal-hal detil. Makanya lama,” jelas perempuan kelahiran Yogyakarta, 25 November 1963 ini.

Meski penyelesaiannya butuh waktu lama. Tetapi Rektor Majdah punya mimpi dan keinginan agar yang paling pertama digunakan adalah. Masjid Ash Shahabah.

“Saya memang ingin agar masjid ini yang duluan bisa difungsikan. Makanya kami kejar supaya bisa dipakai di bulan puasa ini. Dan Alhamdulillah, bisa digunakan. Walau sound sistem dan interiornya belum selesai di set,” katanya.

Majdah mengaku selama bulan ramadan ini. Dirinya selalu salat taraweh di masjid ini. “Selama bulan puasa saya selalu di sini. Salat taraweh,” katanya.

Keinginan Rektor Majdah Terkabul

Ketiga bangunan megah ini dirancang oleh asrsitek peringkat 20 besar se-Asia Tenggara. Didisain oleh PT Hepta Design dan Baskoro Tedjo & Associates.

Tiga bagunan ini juga akan menjadi bagian terintegrasi dengan konsep Smart Kampus yang futuristik yang sedang dibangun UIM. Ini konsep modern untuk efisiensi berupa collaborative working, learning dan recreation space. Di atas lahan 4,5 hektar.

Menara (tower) gedung perkuliahan Universitas Islam Makassar (UIM) menggunakan konsep desain collaborative space.

“Kita diskusikan rancangan ini selama setahun. Akhir didapatlah seperti yang kita lihat sekarang dan tempati,” ujarnya.

Dia menjelaskan dengan konsep seperti itu. Bisa saja ke depan proses perkuliahan tidak selamanya di kelas. Bisa di taman, di tangga, atau dimana saja di area kampus.

UIM punya keunggulan dibanding perguruan tinggi yang lain. Yang paling menonjol. Letaknya yang sangat strategis. Ditambah lahan milik sendiri dan cukup luas.

“Sehingga waktu itu, Pak Jusuf Kalla (JK). Yang juga pembina Yayasan Kami, menyarankan kenapa UIM tidak membuat bangunan yang besar. Apalagi tempatnya strategis,” kenang Majdah.

Lalu. Mimpi Majdah selanjutnya adalah. Dia ingin tahun ini. Mau melihat semua prodi di UIM berakreditasi minimal B. “Kita sangat bersyukur kalau bisa mengantongin Akreditasi A semua,” ungkapnya lagi.

“Harapan kami, setelah reakreditasi tahun ini. Semua prodi sudah akreditasi B. Karena ini akan menentukan perjalanan UIM selanjutnya. Sekarang masyarakat sudah pintar memilih kampus dengan mempertimbangkan akreditasi prodi,” katanya.

Saat ini. UIM telah membuka program pasca sarjana. Direkturnya Dr H Abd Rahim Mas P Sanjata MAg. Disamping fakultas yang sudah ada. Seperti Fakultas Mipa, Teknik, Hukum, Sospol, Pertanian, Agama Islam, Ilmu Kesehatan, Sastra dan Humaniora, Dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Program Profesi Ners.

Balan Agustus 2021 nanti UIM akan melakukan wisudah sarjana. Sampai hari ini UIM sudah menghasilkan tidak kurang dari 15.000 sarjana. Dan terserap di dunia kerja.

“Alumni kita lumayanlah. Saat ini banyak yang sudah berhasil memengang posisi penting,” kata Rektor Majdah sambil mencontohkan sejumlah alumni UIM yang sudah berhasil.

Tahun 2020 UIM menerima 1200 mahasiswa baru. Dari target 2000 mahasiswa. Tahun ini 2021. UIM kembali menyiapkan 2000 kursi. Madjah berharap capaian tahun ini bisa lebih banyak dari tahun lalu.

“Kita harap bisa menerima mahasiswa lebih banyak dari tahun lalu,” katanya.(*)