Idul Fitri, 150 Napi Rutan Kelas IIB Enrekang Dapat Remisi

  • Whatsapp
Idul Fitri, 150 Napi Rutan Kelas IIB Enrekang Dapat Remisi

ENREKANG, UPEKS.co.id – Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442H sebanyak 150 Narapidana di Rutan Kelas IIB Enrekang, mendapatkan remisi umum dari KemenkumHam RI.

Remisi yang diberikan kepada 150 Narapidana itu berbeda-beda tergantung dari penilaian prilaku mereka selama berada dalam Tahanan.

Bacaan Lainnya

Kepala Rutan Kelas IIB Enrekang, Anton Heru Susanto mengatakan, memberikan remisi tidak dimaknai sebagai
pemberian hak kepada warga binaan lembaga permasyarakatan.

Tapi lebih ke apresiasi Negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku yang semakin baik.

Mereka yang meningkatkan kualitas, dan meningkatkan kompetensi diri serta keterampilan, sehingga dapat hidup mandiri itulah yang mendapat Remisi.

“Total ada 150 Narapidana yang kita berikan remisi dalam perayaan Idul Fitri tahun ini,” kata Anton Herus Susanto, Selasa (18/5/2021)

Dia menjelaskan, saat ini ditengah pandemi Covid-19, pemerintah memberikan perhatian serius kepada Rutan maupun yang kelebihan penghuni.

Jumlah penghuni yang melebihi kapasitas bisa saja menjadi pemicu sumber masalah. Seperti pengendalian narkoba dalam rutan, penggunaan telepon oleh warga binaan, hingga pungutan liar.

Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diatur dalam UU RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Remisi juga diatur pada Peraturan Presiden (PP) No.32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Perubahan Pertama PP No.28 Tahun 2006, Perubahan Kedua PP No.99 Tahun 2012.

Aturan lain, Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 dan peraturan Menteri No.3 Tahun 2018 tentang pemberian Remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Pemberian RK Idul Fitri diharapkan menjadi motivasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mencapai penyadaran diri yang maksimal dan tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari,” ujarnya.

“Serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalani,” tuturnya.

Pos terkait