Anggota DPRD Makassar M Yahya Sosialiasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan

  • Whatsapp
Anggota DPRD Makassar M Yahya Sosialiasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan

Makassar, Upeks.co.id–Pendidikan menjadikan suatu bidang yang sangat penting dan mendapatkan perhatian dan penanganan yang utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan mampu membentuk karakter masyarakat yang mana tentunya juga sebagai cerminan karakter sebuah bangsa.

Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Kota Makassar M Yahya, pada kegiatan sosialisasi peraturan Perundang-undangan terkait Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Angkatan ke 7, di Hotel Dalton Makassar, Sabtu 29 Mei 2021.

Bacaan Lainnya

“Mengingat karena sangat pentingnya pendidikan demi kemajuan dan karakter bangsa, maka pendidikan harus direncanakan dan diselenggarakan dengan sebaik mungkin, ” ungkap Legislator Partai Nasdem ini

Menurutnya, pendidikan harus dilaksanakan dengan pakem atau prinsip-prinsip sebagai acuan dalam penyelenggaraannya. Ini dimaksudkan agar pelaksanaan pada masing-masing jenjang pendidikan dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dapat mencapai tujuan bangsa dalam bidang pendidikan dan bidang lain yang dipengaruhi.

“Penyelenggaraan pendidikan jika tanpa berdasarkan prinsip maka akan dapat menghilangkan karakter sebuah bangsa,” ujar Yahya dari Dapil Tamalanrea Biringkanaya.

Dalam sosialisasi ini yang dimoderayori Rini Susanty, SE Staff Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Kota Makassar,  tampil sebagai narasumber pertama Dosen di Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Askari Razak, SH, MH mengugkapkan salah satu tujuan penyelenggaraan pendidikan mewujudkan anak yang berakhlak mulia, sehat dan cerdas.

“Fungsi pendidikan, mengembangkan kemampuan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka cerdaskan kehidupan bangsa. Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berimN dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa,” ungkapnya.

Sementara tujuan pendidikan antara lain, meningkatkan kompetensi dengan belajar secara mandiri dan berkesinambungan. “Seperti dicanangkan Kemendikbud, belajar merdeka, merdeka belajar,” katanya.

Narasumber kedua, Dosen di STIE Amkop Makassar Muhammad Saleh R, SE, M.SI membagi tiga model pendidikan yakni pendidikan karakter, pendidikan bela negara dan pendidikan kewirausahaan.

Menurutnya,  krisis karakter saat ini tidak hanya merambah anak didik saja, tapi merambah banyak orang. Pengaruh lingkungan luar biasa akan berpengaruh kepada anak.

“Sumber karakter olah hati yang harus ditumbuhkan dari rumah ke sekolah dan lingkungan,” ungkapnya.

Kemudian pendidikan bela negara. Tidak hanya angkat senjata semata, bicara sikap dan perilaku, mencintai dan menjiwai NKRI.

“Bela negara, bukan wajib militer tidak semata-mata TNI Polri, hak dan kewajiban masyrakat sesuai profesinya,” ujarnya seraya menyebutkan pendidikan bela negara patut dikembangkan. Sedangkan pendidikan kewirausahaan, salah satu tujuannya mengatasi pengangguran. (rls)