Polsek Ujung Amankan Pasturi, Usai Bawa Kabur Motor Tetangga

  • Whatsapp
Polsek Ujung Amankan Pasturi, Usai Bawa Kabur Motor Tetangga

PAREPARE.UPEKS.co.id— Kejahatan pasangan suami istri (pasturi) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan akhirnya terbongkar. Pasutri ini terduga pelaku pencurian sepeda motor.

Modus dari pasutri ini dengan cara meminjam motor milik tetangganya kemudian menduplikat motor tersebut kemudian dibawa kabur.

Bacaan Lainnya

Kasubag Humas Polres Parepare, Iptu H.Muhammad Amin didampingi Kanit Reskrim Polsek Ujung, Ipda Turisno, kepada wartawan menjelaskan kronologis pasutri tersebut saat melancarkan aksinya.

“Pelaku yang mengaku suami istri ini melakukan pencurian dengan cara menduplikat kunci motor korban yang merupakan milik tetangga tempatnya pinjam. Pelaku menggandakan kunci motor milik korban di tempat pembuat duplikat kunci yang ada di sekitar Pasar Senggol,” jelasnya.

Setelah digandakan lanjut dia, motor korban kemudian dikembalikan, dimana rumah korban bersebelahan dengan
kontrakan pelaku.

“Karena kebetulan bertetangga ini awalnya, karena dia ngontrak disebelah rumah korban di Jalan Jenderal Ahmad Yani (depan SMK Negeri 2 Parepare). Setelah motor korban dikembalikan setelah dipinjam, malam harinya pelaku mulai melancarkan aksinya disaat korban tertidur lelap,” terang polisi berpangkat dua balok dipundaknya kepada sejumlah awak media, Selasa (25/5/2021).

“Pelaku masuk mengambil kendaraan ini (motor:red) kemudian membawa lari kendaraan tersebut. Ini bisa diungkap berkat kerjasama dan partisipasi full masyarakat yang sehari-harinya bekerja sebagai jual beli kendaraan yang merasa curiga karena kendaraan tersebut mau dijual tanpa dokumen lengkap (surat-surat kendaraan),” tambahnya.

Menurutnya, setelah masyarakat yang sehari-harinya bekerja jual beli kendaraan ini kemudian melaporkan ke Polsek Ujung. Polri yang dituntut pelayanan penuh ke masyarakat, personel Polsek Ujung segera menindaklanjuti.

Setelah diinrogasi oleh petugas, kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri ini mengaku jika kendaraan tersebut adalah hasil curian. Pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.