Hanya Ikut Takziah Virtual, Sattar Taba dan Keluarga Positif Covid-19

  • Whatsapp
Hanya Ikut Takziah Virtual, Sattar Taba dan Keluarga Positif Covid-19

MAKASSAR, UPEKS.co.id—Duka mendalam dirasakan Dr Sattar Taba atas wafatnya Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco (16/5/2021).

Pasalnya, kabar duka tersebut datang di saat dia dan keluarga tengah menjalani isolasi karena positif Covid-19 di Rumah Sakit Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah 27 hari isolasi Covid-19 bersama 18 keluarga di RS KBN (Kawasan Berikat Nusantara) Jakarta, saat ditelepon Abba (Sanusi Baco) meninggal dunia,” ujar Sattar Taba, kala menghadiri takziah malam ke-2 wafatnya AGH Sanusi Baco secara virtual, Selasa (18/5/2021) malam lalu.

Di kesempatan itu, Sattar menyampaikan dia, istri, anak, keponakan, dan orang rumahnya dinyatakan positif Covid-19 di awal Ramadan 1442 Hijriah lalu.

“Sampai saat ini, yang sisa enam yang masih jalani isolasi di RS KBN, yang lain sudah kembali ke rumah tapi masih harus pemulihan,” ujar mantan Direktur Utama PT KBN itu, seraya mengeluarkan air mata.

Dia menyebutkan, awal diketahui terpapar Covid-19 setelah melakukan Rapid Antigent hasilnya reaktif dan langsung dilakukan Swab PCR di Rumah Sakit (RS) KBN (persero) dan hasilnya diketahui pada Rabu (21/4/2021).

Uji usap lendir tenggorok dan pangkal hidung ini pun diperluas (tracing contact) ke anggota keluarga. Dan hasilnya, positif semua.

Sattar merupakan keponakan langsung dari mendiang Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Sulsel itu. Itulah kenapa dia menyapa Gurutta dengan ‘Abba’.

Selain keponakan, mantan Direktur Utama PT Semen Tonasa dan PT Semen Kupang ini, juga adik ipar dari Gurutta.

Istri Sattar Taba, adalah adik kandung dari mendiang istri AGH Sanusi Baco, Hj Aminah Adam (1939-2002). Sattar mengenang pamannya, sebagai sosok ayah, sahabat, sekaligus penasihat spiritualnya.

Dukanya lagi, Sattar masih sempat silaturahmi Lebaran, melalui aplikasi video WhatsApp pada hari kedua Lebaran, 2 Syawal 1442 H atau Jumat (14/5/2021).

“Hari jumat itu, tak ada tanda-tanda. Abba masih sehat seperti biasa,” katanya.

Setelah, AGH Sanusi Baco dimakamkan, Minggu (17/5/2021), dia baru mengingat bagaimana lambaian tangan pamannya, melalui aplikasi video meeting itu.

“Saya ingat bagaimana dia melambaikan tangan, sebelum video berakhir. Ternyata itulah lambaian tangan terakhirnya,” kata Sattar mengenang sambil menitikkan air mata lagi.

Sattar mengungkap, untuk mengenang jasa almarhum, dia tengah menyusun buku yang berisi pesan-pesan Gurutta kepadanya.