Ganti Untung, Ada Warga Desa Kalekomara Terima Miliaran

  • Whatsapp
Ganti Untung, Ada Warga Desa Kalekomara Terima Miliaran
TAKALAR, UPEKS.co.id–Warga Desa Kalekomara Kecamatan Polongbankeng Utara (Polut) Kabupaten Takalar  tiba kaya mendadak. Lantaran lahannya dibeli atau diganti untung oleh pihak pemerintah pusat.Lahan milik warga tersebut dijadikan area pembangunan bendungan Pammukkulu Desa Kaleko’mara. Sehingga proses pembayaran lebih lancar. Dan warga merasa senang dan senyum sumringah.

Karena warga sudah menikmati ganti untung lahannya dari pihak pemerintah selama ini terus disoal hanya selisih nilai.

Bacaan Lainnya

Setelah terjadi pembayaran ke warga, uang yang diterimanya bervariasi itu tergantung luas lahan mereka itu yang dibayar.

Jadi warga ada yang menerima Antara Rp500 juta hingga miliaran rupiah, terbukti sejumlah mobil  baru terparkir di depan rumah warga.

Selain mobil, puluhan motor baru turut meramaikan halaman rumah warga Desa Kalekomara kecamatan Polongbangkeng Utara Sulsel.

Warga dua dusun di Takalar, Sulawesi Selatan mendadak jadi kampung miliarder setelah menerima pembayaran pembebasan lahan pembangunan bendungan. Warga yang menerima pembayaran ramai-ramai membeli mobil dan motor baru.

Dari hasil pantauan Wartawan Upeks di Desa Kalekomara Rabu, (19/5/21) ada warga tidak tanggung terparkir mobil baru 3 buah plus motor baru.

Sebab ada warga yang menerima ganti untung dari hasil pembayaran lahan milik mereka, antara Rp500 hingga ada warga yang menerima Rp5 Miliar.

Jadi tidak salah jika warga tersebut, membeli dan memiliki kendaraan baik roda dua maupun roda empat, karena jumlah nilai uang diterimanya sangat pantastik.

Warga penerima Ganti untung Jamaris mengatakan saya terima kurang lebih dapat Rp800 juta lebih.

“Sebagian untuk membeli kendaraan motor dan mobil,  persiapan beli lahan karena harus dipindahkan,” ucap salah satu warga penerima Ganti untung lahan Pammukkulu Jamaris.

Lanjut dikatakan, tetangganya juga banyak yang membeli kendaraan.

Sementara Warga Kalekomara Herlina  mengatakan: aku menerima Rp1 miliar.

“Jadi sebagian uang tersebut kami juga beli  mobil, dan juga sudah membeli lahan untuk persiapan pindahan,” terangnya.

Terpisah Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Takalar Muhammad Naim mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan anggaran pembayaran tahap kedua sebesar Rp107 miliar untuk membebaskan 460 bidang tanah.

“Kalau yang ratusan juta banyak, tapi ada yang memang beberapa terima nilainya miliaran,” katanya.

Sebelumnya itu  warga di Desa Kale Ko’Mara ini menolak pembayaran ganti rugi lahan miliknya karena hanya ditaksir Rp35.000 hingga Rp50.000 per meter. Namun kini warga mulai menerima setelah harga lahan permeternya dinaikkan menjadi Rp20.000 hingga Rp100.000.(Jahar).