Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas Pentingnya Etos Kerja

  • Whatsapp
Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas Pentingnya Etos Kerja

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Hari ke 26 Pesantren Ramadhan Virtual UMI, Sabtu (8/5) bahas “Etos Kerja” dengan narasumber Rektor UMI Prof.Dr.Basri Modding.

Hadir Wakil Dekan I Fak.Kedokteran UMI Dr.dr.Nasruddin Andi Mappawere, Asdir 1 Pesantren Padanglampe H.Yunus Anwar, MA, sejumlah Wakil Dekan IV UMI, KTU UPT PKD, dosen dan mahasiswa UMI.

Bacaan Lainnya

Rektor UMI menjelaskan etos kerja dimulai niat yang ikhlas karena Allah Swt. Niat yang ikhlas sangat menentukan, sebagaimana Hadis Nabi Saw innamal a’maalu bin niyaat (sesungguhnya segala pekerjaan disertai dengan niat).

Selanjutnya etos kerja seorang muslim dengan berusaha bekerja keras, profesional, bercita-cita tinggi, dan suka kerjasama.

Dikatakan etos kerja seorang muslim harus disertai cita-cita tinggi. Nabi menyebut hari esok harus lebih baik dari hari ini. Selain itu, etos kerja juga diperlukan kerjasama dan kolaborasi, jelasnya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad mempertanyakan bagaimana mengetahui niat baik dari seseorang, dan bagaimana mempertahankan agar semangat kerja selalu tinggi.

Wakil Dekan IV FKG Dr.Syamsul Bahri mengemukakan, niat baik seseorang dilihat dari hasil kerjanya dan pemberian reward .

Host Dr.Nurjannah Abna, mempertahankan etos kerja diawali dengan niat yang baik dan keikhlasan. Selain itu, mempertahankan etos kerja tinggi dengan motivasi sehingga dapat meninggikan semangat kerja.

Dr.dr.Nasruddin menambahkan, salah satu yang bisa meninggikan etos kerja, adalah sugesti. Ketika pasien berkonsultasi dengan dokter, lebih banyak diberikan sugesti daripada resep obat-obatan.

Sugesti dan motivasi sangat membantu orang untuk tetap semangat dalam bekerja dan menjalani hidup, jelasnya.

Sementara itu, Ir.Rusli Roy pertanyakan, bagaimana dengan punishment atau hukuman?. Host Dr.M.Ishaq Shamad menjelaskan reward dan punisment memang perlu diterapkan.

Reward (penghargaan) diberikan kepada orang yang berprestasi. Sementara hukuman diberikan kepada orang yang melanggar, agar ada efek jera, jelasnya.