Menulis Semudah Membaca Buku Bersama BAK

  • Whatsapp
Menulis Semudah Membaca Buku Bersama BAK

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Pertemuan Sekolah Menulis Buku Ramadhan Keren memasuki pertemuan ke sembilan, Jumat Tgl 7 Mei 2021 hari yang penuh berkah ini diisi pemateri yang sekaligus penggagas Sekolah Menulis Buku Ramadhan Keren, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK).

Dia memberikan tips menulis buku dan bagaimana menulis buku menjadi pilihan hidup.

Bacaan Lainnya

Dipandu Dr. Herman Lilo, M.Si., BAK mengawali materi dengan mengutip perkataan seorang penulis terkenal Amerika,Napoleon Hill, ”Bukan tulisan pada nisan Anda, tapi catatan perbuatan Andalah yang bisa mengabadikan nama Anda setelah Anda meninggal”.

Inilah yang memberikan inspirasi awal bagi BAK, sehingga memilih profesi sebagai penulis buku. Ia ingin sekali bisa meletakkan artefak-artefak sejarah dalam hidup ini.

Sebagaimana menggoreskan sebaik karya untuk anak- anak dan cucu kelak. “ Pesan mahaguru saya, almarhum K. H. Abdurrahman Arroisi, menegaskan “Takkan engkau dikenang sejarah jika engkau tak menulis, maka menulislah dan buatlah sejarah”.

Menulis buku memang bukanlah sebuah profesi yang sama dengan profesi yang lain, yang menjanjikan baik dari segi kesejahteraan, namun profesi penulis adalah profesi yang penuh dengan keuletan, ketabahan dan kesabaran.

Jika ingin menjadi seorang penulis sebagai jalan hidup, maka BAK memberikan rumus mulailah dari sini; C + M + B + L + T = K.

Jika diuraikan maka penjelasannya seperti berikut ini: Seseorang yang akan memilih penulis sebagai jalan hidup perlu memiliki modal sebagaimana rumus tersebut adalah : Pertama, C : Cerdas.

Seorang penulis harus cerdas. Kecerdasan tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal dengan mengikuti kajian kajian.

Menurut BAK kajian tersebut merupakan universitas kehidupan, seperti setiap hari membaca surat kabar, membaca buku sehingga menguasai kosakata dengan banyak membaca buku karya orang lain.

Kedua, M : Motivasi. Seorang penulis buku perlu memiliki motivasi yang kuat dalam menulis. Selalu menyiapkan kertas dan pulpen dengan mencatat hal-hal penting apa yang dibaca.

Perlu memiliki motivasi untuk menghasilkan karya yang dapat berguna bagi kehidupannya baik di dunia maupun di
akhirat.

Ketiga, B yaitu Bakat. Seorang penulis perlu memiliki bakat. Bakat adalah kemampuan yang dimiliki yang menjadi bawaan lahir, namun bakat ini perlu diasah dan dikembangkan.

Salah satu pengembangan bakat tersebut adalah dengan banyak berinteraksi dengan orang di sekitar yang memiliki ketertarikan dengan menulis.

Ketiga, L : Lingkungan. Lingkungan menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh untuk mempertahankan motivasi dan kebiasaan menulis.

Dengan bergaul di lingkungan yang tepat, bersama orang-orang yang peduli dalam keguatan tulis menulis maka kebiasaan menulis selalu terjaga dan banyak berdiskusi lebih meningkatkan kemampuan dalam menulis serta menjalin hubungan emosional dan persahabatan dengan sesama.

Keempat, T yaitu Terampil. Keterampilan menulis dapat diperoleh melalui bangku perkuliahan resmi seperti melalui Jurusan Komunikasi di perguruan tinggi, dapat juga melalui diskusi melalui pelatihan menulis atau komunitas menulis dan literasi.

Kelima, Kreatifitas. Akhirnya dengan berbekal 5 modal tersebut maka akan muncullah kreativitas sebagai seorang penulis dengan memadukan modal tersebut.

Berdasarkan kemampuan serta motivasi yang dimiliki maka akan muncullah karya- karya dari seorang penulis.

Menulis Semudah Membaca. Seorang penulis tentunya orang yang suka membaca. Setiap hari kita pasti suka membaca apak itu melalui media surat kabar, media online bahkan melalui media sosial. Jadi jika kita suka membaca maka jangan pernah menganggap menulis itu sesuatu yang sulit. Membaca adalah langkah awal untuk menulis.