PRIMA FEST 2021 Gelorakan Semangat Ekonomi Bangkit dari Masjid

  • Whatsapp
PRIMA FEST 2021 Gelorakan Semangat Ekonomi Bangkit dari Masjid

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pandemi Covid-19 telah berdampak buruk pada kehidupan manusia di berbagai aspek. Namun, kasus infeksi virus corona di berbagai belahan dunia ternyata bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi umat.

Hal itu mengemuka dalam talk show dan buka bersama PRIMA FEST 2021 bertema: Sehat Dari Masjid, Ekonomi Syariah Bangkit di MaxOne Hotel di Jalan Taman Makam Pahlawan, Jumat (30/04/2021).

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Perhimpunan Remaja Masjid Indonesia (PRIMA) FEST, Ali Fauzi Mahmuda menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar selama sepekan atau delapan hari. Selain di MaxOne Hotel, rangkaian PRIMA FEST juga berlangsung di beberapa wilayah di Kota Makassar.

“Rangkaian PRIMA FEST antaralain: vaksin massal, donor darah, ceramah virtual, berbagi sembako, dan lomba fotografi. Kami menghadirkan Ustad Das’ad Latif dan Tamsil Linrung,” terang Ali Fauzi.

Ketua PRIMA Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Makassar, Muhammad Fauzan menuturkan bahwa kegiatan PRIMA FEST bertujuan menggelorakan semangat kepada seluruh remaja masjid di Kota Makassar. “Apalagi satu tahun terakhir kita dilanda wabah yang hampir seluruh aktifitas di rumah ibadah ditiadakan,” sebutnya.

“Tahun ini kita anggap wabah segera berakhir. Tapi kita harus tetap menjaga protokol kesehatan. Ekonomi bangkit dari masjid,” sambung Fauzan.

Kegiatan PRIMA FEST 2021 ini dibuka Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief mewakili Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

“Kita harus ikut prihatin kondisi saat ini. Selama ini kita lebih sibuk dengan kegiatan masing-masing. Saatnya kepedulian kita itu harus seimbang dengan kepedulian kita di masjid,” ujar Mohammad Syarief.

Menurutnya, orang-orang yang cinta masjid dan peduli terhadap kehidupan sosial pasti sukses. “Kita harus tahu bahwa Allah SWT paling cinta kepada anak muda yang bertakwa. Oleh sebab itu, kalau bukan kita siapa lagi,” pungkasnya.

Lebih jauh, Mohammad Syarief mengatakan kegiatan PRIMA FEST seperti ini tentu diharapkan bisa mebggali potensi remaja masjid. “Kami di Bagian Kesra ada memberikan intensif kepada imam masjid. Kami juga akan membackup imam masjid dalam berikan pelatihan,” ungkapnya.

“Guru mengaji juga. Kami akan perbaiki data guru mengaji. Sudah harus ada kartu identitas,” sambungnya.

Ketua Masika ICMI Sulsel, drg Ardiansyah S Pawinru menegaskan kondisi pandemi sejauh ini belum bisa dikatakan sudah membaik. Meski di Sulsel trendnya sudag sangat menurun.

“Apakah kondisi kita benar-benar baik? Saya kira belum. Kalau di Sulsel sudah sangat menurun. Tapi pertanyaannya, sampai kapan,” pungkasnya.

Tenaga Ahli Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) ini pun menyebut kondisi ekonomi Sulsel sudah mulai membaik. Buktinya, masjid-masjis sudah kembali beraktivitas.

“Kalau membaca laporan TGUPP, saya kira Sulsel aman. Berbeda dengan daerah lain. Nongkrong dan kumpul-kumpul boleh asalkan protokol lengkap,” imbaunya.

Ardiansyah mengutarakan cita-cita Masika ICMI Sulsel, yakni ingin punya percontohan masjid ramah anak. “Karena kondisi kita saat ini, masih ada masjid yang melarang anak-anak. Padahal dalam beberapa hadits menegaskan Nabi tidak marah ataupun melarang anak-anak untuk pergi dan berkumpul bersama dengan orang-orang dewasa di dalam masjid, meskipun dalam pelaksanaan salat jamaah sekalipun,” tegasnya.

Adapun Marwah Rasid selaku Ketua DPW KAPTEN (Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional) Sulsel mengatakan keberadaan komunitasnya tidak lain untuk membantu program pemerintah dalam menekan pengangguran.

“Sekrang ini KAPTEN baru terbuka di lima negara, yakni Jerman, Jepang, Australia, Belanda. Kami sekarang masih proses pelatihan sambil menunggu pandemi redah. Setiap tahunnya ada seribu lebih yang kami berangkatkan untuk bekerja di luar negeri,” ungkapnya. (mah)