Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas, Zakat, Infaq dan Shadaqah

  • Whatsapp
Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas, Zakat, Infaq dan Shadaqah

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Memasuki hari ke-14, Pesantren Ramadhan Virtual UMI bahas Zakat, Infaq dan Shadaqah, Senin (26/4). Narasumber, Dr.Ir.H.Abd. Haris, MP (Dekan Fakultas Pertanian UMI).

Hadir Wakil Dekan IV Dekan FT UMI Dr.Nursetiawaty, Ph.D, Wakil Dekan IV Fak.Sastra, Dr.Surani, M.Ag, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI, dipandu Host Dr.M.Ishaq Shamad, dan Dr.Nurjannah Abna.

Bacaan Lainnya

Dr. Haris menjelaskan perlunya bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah Swt kepada kita, terutama berupa harta dan Kesehatan jiwa.

Untuk itu, perlu dikeluarkan zakat, infaq dan shadaqah, terutama untuk membantu sesama. Zakat terbagi dua, zakat harta dan zakat fitrah.

Zakat fitrah wajib bagi setiap jiwa, bahkan jika ada bayi yang baru lahir di akhir Ramadhan, maka ia wajib dikeluarkan zakat fitrahnya.

Selain itu, infaq dan shadaqah sangat penting juga dikeluarkan, baik berupa harta, maupun berupa sikap dan perbuatan. Bahkan dengan senyum-pun, merupakan shadaqah dalam ajaran Islam, jelasnya.

Dr.Nursetiawati pertanyakan bagaimana menyalurkan zakat fitrah, jika batas pembayarannya sampai menjelang khatib idul fitri naik ke mimbar? Padahal zakat fitrah harus terbagi habis, tanyanya.

Demikian pula di salah satu masjid di Makassar, jamaah masjid tersebut lebih memilih membayarkan zakat fitrahnya berupa beras kepada pak Imam di Masjid, karena imamnya mendo’akan jamaah masjid tersebut.

Dr.Surani mengomentari, memang sebaiknya pengumpul zakat/amil, seyogyanya perhatikan adab dalam penerimaan zakat, misalnya seperti imam masjid.

Seharusnya ada petugas tertentu yang duduk, berpakaian Islami
(pakai songkok/gamis), saat menerima zakat fitrah dari umat.

Jangan ada amil yang kelihatannya sembarangan saja pakaiannya saat menerima zakat fitrah. Demikian pula penyalurannya, diupayakan menyasar delapan asnaf yang ada di lingkungan tersebut, jelasnya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad menambahkan, memang sebaiknya zakat fitrah disalurkan sebelum Idul Fitri dengan harapan, semua umat Islam, termasuk fakir, miskin, dll dapat merasakan kebahagiaan saat berlebaran, sehingga zakat fitrah yang telah dikumpulkan sebaiknya dibagikan kepada 8 asnaf tersebut dengan baik.

Selain itu, penerima zakat/amil dan pemberi zakat, ada semacam “akaq” bahwa inilah zakat fitrah yang diserahkan atas nama a,b, atau c.

Kemudian amil menyatakan menerima zakat fitrah a,b, atau c dan akan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya.

Selanjutnya mereka sama-sama berdoa, semoga jiwa dan harta bendanya dibersihkan dan dijaga Allah Swt.

Namun masalahnya terkadang sebagian pemberi zakat tidak langsung menyetorkan zakat fitrahnya kepada Lembaga Amil Zakat yang resmi, tetapi lebih percaya kepada imam-imam/ustaznya di masjid sekitar rumahnya.

Disinilah dibutuhkan kemampuan personil LAZ untuk menanamkan kepercayaan yang tinggi kepada umat, dengan mengelola ZIS secara transparan, harapnya.

Host Dr.Nurjannah Abna menutup dengan mengajak semua peserta pesantren Ramadhan Virtual UMI untuk dapat mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqahnya di bulan suci Ramadhan ini. Semoga semuanya mendapatkan keberkahan dan Kesehatan serta umur yang Panjang dalam berbuat kebaikan, baik untuk Kesehatan jiwa
maupun kebersihan harta benda, harapnya. (rls).