Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas Puasa dan Kesehatan, Hadirkan Dekan FK

  • Whatsapp
Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas Puasa dan Kesehatan, Hadirkan Dekan FK

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Dekan Fakultas Kedokteran UMI Prof.dr. H.Syarifuddin Wahid, Ph.D dalam taushiyahnya tentang Puasa dan Kesehatan pada Pesantren Ramadhan Virtual UMI di hari ke -15 Ramadan menjelaskan, puasa menjadikan lambung istirahat sejenak saat siang hari.

Dalam tubuh ada satu sel tidak boleh istirahat berlama-lama, jika itu terjadi maka sel tersebut akan mengecil. Hal ini biasa dilakukan oleh mereka berpuasa berjam-jam (bukan puasa syariat), akhirnya ia masuk rumah sakit.

Bacaan Lainnya

Inilah perlunya ketat untuk makan sahur dan berbuka segera ketika waktu maghrib tiba. Selain itu, dengan berpuasa dapat menghilangkan sel-sel yang tidak berfungsi di dalam tubuh. Jika ada sel lama tidak berfungsi, akan terkena “sweeping”.

Oleh karena itu, jangan berlebihan waktunya saat puasa, sehingga sel usus mampu menyerap makanan dengan baik, jelasnya.

Hadir dalam pesantren virtual tersebut Kabid Konseling dan Dakwah UPT PKD UMI Syahrul, M.Psi, WD4 Fak.Sastra UMI Dr. Surani, M.A, WD4 FT UMI Dr.Nursetiaway, Ph.D, sejumlah dosen, karyawan dan mahasiswa UMI.

Acara dipandu Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.

Syahrul, M.Psi mengomentari pentingnya puasa bagi Kesehatan jasmani. Diantaranya, dapat meningkatkan imun, mengobati radang tenggorokan, dan yang lebih dahsyat, ternyata puasa mampu meningkatkan kualitas sperma dan vitalitas, jelasnya.

Hal ini dibenarkan Host Dr.M.Ishaq Shamad, bahwa puasa mampu meningkatkan fungsi jantung, sehingga aliran darah dalam tubuh berjalan lancar.

Selain itu, puasa juga dapat mencegah penyakit kanker, dan dapat menjadikan berat badan ideal, jelasnya.

Dr.Surani menambahkan puasa tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga menjaga kesehatan rohani, terutama dalam mengontrol emosi dan mengendalikan hawa nafsu.

Puasa menjadikan kita lebih sabar dan tabah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tambahnya.

Drs.H.Abd. Hamid Sulaiman, M.Hum menanyakan bagaimana pengaruh puasa dalam menyebmbuhkan penyakit hati, misalnya “rindu” kepada sesorang?.

Host Dr.Nurjanna Abna, menjelaskan jika rindu harus diobati dengan membayangkan sesuatu yang dirindukan itu.

Kemudian jika bisa berkomunikasi dengannya, dan paling bagus berjumpa dengan sesuatu yang dirindukan, jelasnya.

Host M.Ishaq Shamad menambahkan tentu saja jika yang dirindukan Allah Swt, maka mengobatinya dengan banyak mengingatNya dengan berzikir, beribadah dengan khusyu’, dan banyak melakukan kebaikan dalam hidup, tambahnya.

Dr.Nurjannah Abna menutup dengan menyatakan puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan, bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan jasmani, misalnya meningkatkan vitalitas, Kesehatan jantung, mencegah kanker, tetapi puasa juga sangat bermanfaat bagi kesehatan rohani, misalnya mampu lebih bersabar, menahan emosi, menahan rindu, dst, kuncinya. (rls).