POLITIK

Ni’matullah: AHY Minta Kader Demokrat di Daerah Tidak Bereaksi Berlebihan

Ni'matullah: AHY Minta Kader Demokrat di Daerah Tidak Bereaksi Berlebihan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta kepada kader partainya di seluruh Indonesia agar tidak bereaksi berlebihan dalam menyikapi keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

Dimana, Menkumham menyatakan pemerintah menolak mengesahkan kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2021-2025 hasil Kongres Luar Biasa Deli Serdang atau KLB Demokrat dengan Ketua Umum Moeldoko.

“Saya baru tiba dari Jakarta memenuhi panggilan Ketum AHY dan Sekjend Teuku Riefky Harsya. Keduanya meminta seluruh kader se Indonesia tidak euforia atau bereaksi berlebihan,” terang Ulla– sapaan akrab Ni’matullah dalam sambutannya pada Syukuran Doa dan Dzikir Bersama anak panti asuhan dan kader Demokrat se Sulsel di rumah jabatannya di Jalan Penjernihan Raya, Makassar, Jumat malam (02/04/2021).

Menurut Ni’matullah, instruksi AHY kepada kader agar tetap rendah hati tapi terus optimistis. Apalagi masih banyak tugas Demokrat di tengah persoalan yang dihadapi masyakat.

“Pak Ketum AHY meminta kader tetap rendah hati tapi optimis. Masih banyak tugas kita di tengah masyarakat. Fase ekonomi kita di dalam kritis. Kita dan masyarakat sangat merasakan ini. Makanya kita diminta tidak berlebihan,” jelasnya.

“Kami juga beterimakasih kepada masyarakat yang terus memberikan dukungan. Terlebih teman-teman media yang memberitakan hal positif selama terjadi masalah di Demokrat,” sambungnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini pun menegaskan ideologi Partai Demokrat adalah nasionalis dan religius. “Kita ini orang beragama seperti ideologi Partai Demokrat nasionalis dan regilius. Teruslah mengingat Tuhan. Berpolitik itu godaannya sangat besar untuk kita berbuat culas. Tapi ingat ada Tuhan yang selalu mengawasi,” tutup Ni’matullah Erbe. (mah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top