MUI Ajak Muballig Manfaatkan Ramadan Menebar Dakwah Menyejukkan

  • Whatsapp
MUI Ajak Muballig Manfaatkan Ramadan Menebar Dakwah Menyejukkan

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Syekh Dr. KH Baharuddin As, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makasar menghimbau muballig dan da’i agar memanfaatkan bulan suci Ramadhan menebar pesan-pesan dakwah.

Dalam menyampaikan materi ceramahnya menggunakan bahasa yang menyejukkan dan menentramkan hati ummat, terutama di hadapan jamaah masjid dan warga masyarakat yang mengundangnya tauziah dalam acara buka bersama.MUI Ajak Muballig Manfaatkan Ramadan Menebar Dakwah Menyejukkan

Bacaan Lainnya

Pernyataan bersifat himbauan Kiai Baharuddin tersebut dikemukakan saat tampil sebagai narasumber bersama Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Sulsel Dr. KH. Muammar Bakri Kadir, MA., dan AKBP. Azhan Subuh,S.Ag. MTL.,AP. (Kasat Binmas Polrestabes Makassar) dalam acara Silaturrahmi dan Mudzakarah Alim Ulama yang dihadiri 100 peserta dari berbagai kalangan alim ulama, cendikiawan, dan pimpinan organisasi keagamaan se-Kota Makassar, di Hotel Horison Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (11/4/2021).

Kegiatan bertema “Peran alim ulama dalam menebar toleransi antar ummat beragama” bertujuan samakan persepsi dakwah di dalam memasuki bulan suci Ramadhan guna menciptakan suasana damai, tenteram, dan menyejukkan hati masyarakat.

Selain itu sekaligus merespon kebijakan pemerintah dan MUI Pusat terkait dengan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi warga masyarakat muslim melaksanakan ibadah tarwih di masjid dengan tetap menaati protokoler kesehatan Covid-19.

Menurut Kiai Baharuddin, kesucian bulan Ramadhan perlu kita jaga bersama dengan menebar dakwah yang santun, mengedepankan toleransi serta tidak menebar kebencian terhadap sesama muslim karena perbedaan mazhab maupun dengan umat agama lain.

“Islam itu kita sudah fahami bersama memiliki ajaran inti adalah selamat, yaitu selamat di dunia dan di akhirat. Jadi janganlah kita sebagai muballigh dan da’i justru kita yang menebar dakwah provokatif. Mari kita manfaatkan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk kembali menyejukkan hati ummat dan menghindari gerakan radikalisme dan kebencian,” tandas Kiai Baharuddin.

Ketua BNPT Sulsel Dr. KH Muammar Bakri Kadir dalam urainnya banyak mengutip hadis yang terangkum dalam kitab klasik yang sangat kuat menggambarkan peristiwa teror bom dan gerakan radikalisme terjadi saat ini.

Imam besar Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal Jusuf itu menyebutkan, kejadian yang terjadi saat sekarang ini sudah disebutkan dalam hadis Nabi adanya orang-orang atau kelompok yang sangat pandai membaca Al Qur’an dan semua orang tertarik mendengarkannya namun justru merusak orang lain, bahkan tidak segan-segan mencabut pedangnya membunuh sesamanya muslim.

“Disini dipertanyakan yang mana sebetulnya yang kafir, apakah kelompok yang menuduh atau yang menuduh. Hadis Nabi jelas menyebutkan bahwa yang kafir itu adalah orang yang menuduh. Ini hadis Bukhari Muslim. Jadi jangan kita sangat mudah dan senang mengkafirkan orang,” tegas Dekan Fakultas Syariah UIN Alauddin
Makassar.

Lebih jauh Kiai Muammar menyebut sejumlah hadis yang terkait dengan kelompok radikalis, termasuk di dalamnya cara berpakaian sampai pada jidatnya yang hitam. Namun pembina utama Pesantren Al Fakhriyah Makassar ini juga mengakui ada hadis lain yang tidak boleh difahami secara tekstual tapi seharusnya melalui penelitian mendalam dan menyeluruh dari berbagai aspek.

“Puncak dari segala perbedaan itu, misalnya sudah menjadi sebuah keputusan, sudah ingkra di pengadilan tentu yang mengeksekusinya bukan orang biasa. Kita memiliki negara yang diakui kedaulatannya, jadi dalam hal ini pemerintah yang menjalankan tugas itu,” kata Kiai Muammar.

Dalam acara silaturrahmi dan mudzakara alim ulama yang dibuka resmi Kabag Kesra Kota Makassar Muh. Syarif mewakili Walikota Makassar juga dilangsungkan pelantikan pengurus pengganti antar waktu yang disebabkan anggota pengurus tersebut telah berpulng ke rahmatullah dan pindah tugas ke daerah lain. (rls).

Pos terkait