Kemensos Perkuat Fungsi Pemberdayaan Balai Loka Rehabilitasi Sosial KPN dan ODH Takalar

  • Whatsapp
Kemensos Perkuat Fungsi Pemberdayaan Balai Loka Rehabilitasi Sosial KPN dan ODH Takalar

TAKALAR, UPEKS.co.idРDirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Raden Harry Hikmat melakukan kunjungan ke Balai Loka Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (KPN) dan Loka Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV Pangurangi, di Takalar, Jumat (2/4/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Raden Harry mengapresiasi kegiatan pemberdayaan sosial berbasis potensi dan minat, yang sejauh ini aktif dilakukan. Adapun kegiatan pemberdayaan KPN dan ODH itu diaktifkan melalui Sentra Kreasi Atensi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dalam peninjauan tersebut, pihaknya hanya ingin memastikan bahwa upaya yang dilakukan dalam konteks rehabilitasi untuk pemulihan fungsi sosial itu, sudah mulai diikuti dengan kegiatan pemberdayaan kepada penerima manfaat.

“Artinya, rehabilitasi sosial tetap merupakan satu metode dalam memulihkan fungsi sosial. Tetapi harus diiringi juga dengan pemberdayaan berbasis potensi untuk menjamin masa depan mereka. Ini adalah arahan Menteri Sosial (Tri Rismaharini), dimana rehabilitasi sosial harus terintegrasi dengan pemberdayaan sosial, bahkan juga terintegrasi dengan program jaminan sosial. Seperti ODH kan butuh jaminan kesehatan, serta perlindungan sosial,” katanya.

Ia mengatakan, adanya kesatuan pola pelayanan sosial pada kedua Balai yang menangani wilayah Sulampua ini, nantinya tidak hanya secara khusus menangani ODH dan KPN. Tetapi juga akan ditugaskan merespon berbagai masalah sosial lainnya.

“Termasuk yang terkait respon kedaruratan seperti bencana, kemudian penanganan gepeng dan lainnya. Jadi nanti balai ini akan jadi balai multifungsi sosial,” harapnya.

Ia menambahkan, Balai Loka Rehabilitasi Sosial KPN dan Loka Rehabilitasi Sosial ODH Pangurangi, Takalar yang cukup luas ini sangat potensial untuk pemberdayaan sosial.

Terlebih, Kemensos memang berharap bahwa setiap balai bisa memiliki sentra pemberdayaan dalam bentuk sentra atensi. “Balai ini cukup luas, dan sangat potensial untuk melakukan kegiatan sosial seperti pertanian, perkebunan dan peternakan. Itu sangat mungkin. Artinya pemberdayaan kita ini berdasarkan potensi, minat dan talen,” terangnya.

Di sisi lain, Raden Harry menilai, Balai tersebut masih butuh SDM yang memiliki spesialisasi khusus. “Masih butuh pekerja sosial, psikolog, terapi, serta SDM yang mampu memberi keterampilan kepada penerima manfaat. Ini bisa terwujud dengan kerja sama antar kementerian, termasuk dengan beberapa lembaga Kemensos. Ini penting untuk mengaktivasi kegiatan sosial,” pungkasnya.

Sementara Kepala Balai Loka Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (KPN) Pangurangi, Takalar, Andi Nur Alam mengatakan, dalam penanganan KPN, pihaknya sejauh telah melakukan beberapa pendekatan, di antaranya melalui kerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang menangani khusus napza.

“Selain itu, kami juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Dalam hal ini bahwa tidak semua pelaku napza harus di penjara tetapi ada juga putusan untuk rehabilitasi,” katanya.

Ia juga mengaku, saat ini Loka Rehabilitasi Sosial KPN Pangurangi memiliki empat pekerja sosial adiksi yang senantiasa turun ke lapangan jika mendapat informasi dari masyarakat ataupun LKS. “Dari sana mereka bisa berbaur dan memberikan penguatan kepada keluarga KPN. Jika memang dibutuhkan residen, akan dibawa kesini, tetapi kalau ringan kita bisa tangani dalam lingkungan keluarga saja,” jelasnya. (eky)

Pos terkait