Haning Abdullah; 2021 Direksi Target Jadikan Perusda BUMD Mandiri

  • Whatsapp
Haning Abdullah; 2021 Direksi Target Jadikan Perusda BUMD Mandiri

KOLAKA,UPEKS.co.id—Kepala Divisi Pertambangan dan Sumber Energi Perusahaan Daerah(PD) Aneka Usaha salah satu Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) Haning Abdullah menargetkan Perusda menjadi perusahaan mandiri.

Hal itu diungkapkan Haning saat ditemui media ini di runqg kerjanya pada(12/4/21) dikonfirmasi usai menyetor kepada Badan Pendapatan Daerah(Bapenda)  Rp 5,178 miliar lebih sebagai bentuk kontribusi memasukkan Pendapatan Asli Daerah(PAD) kepada Pemda Kolaka sebagaimana diatur melalui Peraturan Daerah (Perda).

Bacaan Lainnya

“Pada awal April 2021 Perusda Kolaka sudah memasukkan kontribusi PAD sebesar Rp 5,178 miliar lebih,”ungkap Haning mantan Kepala Divisi Humas Perusda Kolaka.

Haning menjelaskan bahwa seharusnya yang harus disetor sebesar Rp 7 miliar, tetapi karena dipotong dengan Pajak Pertambahan Nilai(PPN) dan Pajak Penghasilan(PPh), sehingga disetor kepada kas Pemda Kolaka tinggal Rp 5,178 miliar lebih.

Dikatakannya kontribusi diberikan Perusda kepada Kolaka itu belum cukup maksimal, mengingat ada beberapa faktor sebagai penghambat yaitu mengangsur tunggakan Pendapatan Negara Bukan Pajak(PNBP) tahun 2010 sampai tahun 2012 mencapai sekira Rp 24 miliar lebih, tidak termasuk tunggakan pajak Pratama juga nilainya mencapai puluhan miliar.

“Sekarang tunggakan PNBP itu jumlahnya tinggal sekira Rp 7 miliar,”kata Haning mantan Plt Dirut Perusda.

Lanjut Haning solusi yang dilakukan Direksi Perusda dalam menyelesaikan semua permasalahan tunggakan kewajiban perusahaan kepada negara dengan cara memotong Rp 100 juta pertongkang hasil penjualan ore nikel dari setiap mitra perusahaan dan itu harus diselesaikan lebih dulu sebelum pengiriman ore diberangkatkan .

“Dan itu yang kami lakukan sampai sekarang, cara ini merupakan bentuk kesepakatan dari semua mitra perusahaan tanpa melanggar aturan,”ujar Haning.

Dengan rasa optimis kata Haning, Perusda Kolaka dinakhodai Armansyah selaku Direktur Utama (Dirut) kemampuan skilnya telah dibuktikan mampu mengurai semua pesoalan baik internal maupun eksternal.

Sehingga setelah semua kewajiban dan tunggakan kepada negara tuntas diselesaikan.

Tentunya kontibusi PAD diberikan kepada Pemda Kolaka akan semakin maksimal sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Perusda salah point’ menjelaskan bahwa pendapatan perusahaan harus disetor kepada daerah 60 persen untuk PAD.

Dikatakannya bahwa dirinya memahami betul persoalan managemen di dalam tubuh PD Aneka dengan berbagai
permasalahan bagaikan benang kusut.

Tetapi setelah masuknya Armansyah selaku Dirut ke-6 dalam tubuh Perusda persoalan managemen carut marut bagai benang kusut itu mampu diurai dengan baik.

Sehingga mulai dari persoalan administrasi, maupun persoalan
internal lainnya maupun persoalan eksternal hampir tuntas diselesaikan semua permasalahan itu.

“Hal itu bisa diwujudkan karena adanya kekompakan mulai dari direksi, badan pengawas dan semua pegawai dengan memiliki visi misi yang sama menjadikan BUMD ini dapat berkontribusi maksimal bagi daerah,”kata Haning.

Selain itu kata Haning bahwa tidak terlepas dari peranan Bupati Kolaka H Ahmad Safei selaku Ketua Dewan Pembina PD Aneka Usaha senantiasa memberikan dukungan dan motivasi agar PD Aneka Usaha ini tetap eksis.

“Apa yang kami lakukan tidak terlepas dari peranan pak Safei selaku pembina senantiasa memberikan motivasi bagaimana memajukan PD Aneka Usaha sehingga tetap eksis,”pungkas Haning.

Sementara Sekdis Bapenda Kolaka Sultra La Ode Popi, dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait hal itu, membenarkan bahwa pihak Perusda Kolaka telah menyetor kontribusi PAD sebesar Rp 5,178 miliar lebih pada (8/4/21).

“Bukti pemberitahuannya kami sudah terima dari Kas Daerah(Kasda),” ujar Popi.(pil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *