Diduga, Oknum Perangkat Desa Jonjo Jual Pupuk Subsidi Diatas HET, Ini Penjelasan Iwan Dg Lewa

  • Whatsapp
Diduga, Oknum Perangkat Desa Jonjo Jual Pupuk Subsidi Diatas HET, Ini Penjelasan Iwan Dg Lewa

MAKASSAR.UPEKS.co.id— Oknum perangkat Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Gowa, diduga menjual pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Oknum tersebut menjual pupuk subsidi jenis Urea seharga Rp150 ribu per karung dengan berat 50 Kilogram (Kg). Padahal HET) untuk pupuk subsidi Urea yang ditetapkan pemerintah Rp112.500 per 50 Kg.

Bacaan Lainnya

“Apa yang dilakukan oknum itu menyalahi aturan dan hanya menguntungkan dirinya. Masa pupuk subsidi yang harganya sudah ditetapkan, dijual mahal. Kami minta pihak terkait, khususnya
Bupati Gowa tindak tegas oknum yang permainkan harga pupuk subsidi,” tegas Ketua Jangkar Sulsel, Sahabuddin Alle, Rabu (7/4/2021).

Menurut Sahabuddin, penjualan pupuk subsidi di atas HET oleh oknum perangkat Desa Jonjo terjadi Maret 2021. Telah terjual 600 zak pupuk subsidi kepada petani di Desa Jonjo dengan harga melebih harga HET.

“Ada warga melapor ke kami mengenai penjualan pupuk subsidi melebih harga HET. Pupuk Urea subsidi yang harganya Rp112.500 per 50 Kg, dia jual Rp150 ribu per 50 Kg. Apalagi oknum itu sudah menjual 600 zak pupuk subsidi yang diduga semuanya dijual dengan harga melebihi HET,” ungkapnya.

Sementara itu, oknum perangkat Desa Jonjo, Iwan Daeng Lewa saat dikonfirmasi Selasa (6/4/2021) mengakui jika pihaknya menjual pupuk subsidi melebihi harga HET. Ia beralasan, hal itu dilakukan sebagai pengganti biaya angkut pupuk.

“Ada dua macam harganya, pak. Ada yang Rp140 ribu dan Rp145 ribu, tergantung jarak antarnya, ongkos mobil. Karena harga HET yang ditetapkan pemerintah, itu hanya dari gudang ji. Untuk musim tanam satu sekitar 600 zak, pak,” akunya via telepon seluler.(rif).

Pos terkait