CIMB Niaga Gagas Forum Indonesia Bangkit untuk Bangun Optimisme dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi

  • Whatsapp
CIMB Niaga Gagas Forum Indonesia Bangkit untuk Bangun Optimisme dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi

 

JAKARTA, Upeks.co.id–Perekonomian Indonesia pada 2021 diyakini dapat bangkit dengan ditopang oleh gencarnya upaya pemulihan di sektor kesehatan (healthcare system). Pemerintah bersama semua pihak telah memberikan perhatian serius kepada sektor kesehatan, terutama melalui program vaksinasi COVID-19. Keberhasilan vaksinasi diiringi dengan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan oleh seluruh masyarakat menjadi salah satu faktor kunci untuk mengembalikan aktivitas dan produktivitas nasional sehingga pemulihan ekonomi dapat segera tercapai.

Bacaan Lainnya

Sebagai salah satu elemen bangsa yang peduli kepada masa depan Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berinisiatif menyelenggarakan rangkaian Forum Indonesia Bangkit. Melalui kegiatan ini, CIMB Niaga menyiapkan ruang virtual bagi nasabah dan masyarakat untuk memperoleh informasi terbaru, perkembangan terkini, dan insight yang relevan dengan sektor usaha masing-masing. Sehingga dapat menjadi pedoman, inspirasi, dan meningkatkan optimisme untuk menentukan arah bisnis ke depan dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi.

Dalam Forum Indonesia Bangkit pertama yang akan dilaksanakan pada 6 April 2021, CIMB Niaga mengusung tema “Strategi Sektor Kesehatan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi”.

“Sektor kesehatan menjadi perhatian penting dalam Forum Indonesia Bangkit untuk memberikan informasi terbaru dan perkembangan terkini tentang strategi dan upaya serius pemerintah dan swasta serta peran semua pihak dalam mempercepat penanganan pandemi. Hal ini diharapkan dapat membangun optimisme nasabah dan masyarakat untuk menentukan arah bisnis ke depan dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” kata Head of Marketing, Brand, and Customer Experience CIMB Niaga Toni Darusman pada konferensi pers Forum Indonesia Bangkit yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Toni menjelaskan, Forum Indonesia Bangkit pertama akan menghadirkan nara sumber utama. Acara akan dibuka oleh Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan, yang akan menyampaikan upaya-upaya perbankan dalam mengatasi dampak pandemi khususnya dari sisi ekonomi. Perbankan akan terus mendukung pemerintah dalam membangun optimisme para pelaku usaha dan masyarakat agar bisa memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi melalui berbagai stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah.

Selanjutnya, forum ini juga mendapatkan kehormatan dengan kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) K.H. Ma’ruf Amin yang menyampaikan keynote speech tentang pentingnya kesiapan dunia usaha untuk berperan aktif dalam pemulihan ekonomi nasional yang diyakini mulai dirasakan pada 2021 dan semakin membaik di tahun-tahun mendatang.

Adapun perhatian serius pemerintah terhadap penanganan pandemi dari sisi kesehatan akan dipaparkan lebih lanjut oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin. Strategi yang solid dan upaya bersama dalam membangun sektor kesehatan dapat menghasilkan masyarakat yang sehat dan produktif. Diyakini, kesehatan selalu berkorelasi dengan ekonomi.

“Kita mengapresiasi pemerintah dan para pejuang kesehatan yang telah bekerja keras mengatasi pandemi, salah satunya melalui program vaksinasi yang saat ini sedang berlangsung secara nasional dan bertahap. Keberhasilan program ini akan menjadi faktor penentu dalam menggerakkan kembali roda perekonomian kita,” kata Toni.

Kolaborasi mutlak diperlukan

Kolaborasi dari semua pihak mutlak diperlukan. Oleh karenanya, dalam forum ini juga hadir para nara sumber utama dari sektor kesehatan, ritel, dan properti, yaitu CEO PT Siloam International Hospitals Tbk Caroline Riady, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Tbk Anggara Hans Prawira, dan Managing Director Sinar Mas Land Alim Gunadi. Ketiganya akan berbagi pandangan dan menyampaikan perkembangan terkini baik dari sisi strategi meningkatkan public health, maupun indikator pertumbuhan sektor ritel dan properti yang mulai bangkit sejalan dengan berangsur pulihnya aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

“Kehadiran para nara sumber mewakili unsur pemerintah dan swasta tersebut menjadi bukti bahwa sebagai bangsa yang besar, semangat gotong royong dalam memikul beban bersama masih terus menyala. Tantangan sebesar apapun bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih tangguh ke depan,” ujar Toni.

Seperti diketahui, Forum Indonesia Bangkit digagas sebagai platform diskusi virtual yang mempertemukan para pengambil kebijakan, pakar dari berbagai bidang, dan nasabah CIMB Niaga. Kegiatan ini akan dilaksanakan sepanjang 2021 dengan beragam topik seperti Usaha Kecil dan Menengah, Syariah, digital transformation, dan economic outlook. CIMB Niaga membantu nasabah dan masyarakat memperoleh informasi terbaru, perkembangan terkini, dan insight yang relevan dengan sektor usaha masing-masing, sehingga dapat menjadi pedoman, inspirasi, dan meningkatkan optimisme untuk menentukan arah bisnis ke depan.

 

Tentang CIMB Niaga

CIMB Niaga didirikan dengan nama Bank Niaga pada tahun 1955. Sekitar 92,5% saham CIMB Niaga (termasuk yang dimiliki oleh PT Commerce Kapital sebesar 1,02%) dimiliki oleh CIMB Group. CIMB Niaga menawarkan produk dan layanan perbankan lengkap, baik konvensional maupun Syariah, melalui 451 jaringan kantor per 31 Desember 2020, yang terdiri dari jumlah kantor cabang sebanyak 380, 38 Digital Lounge dan Mobile Branch sebanyak 33 unit. CIMB Niaga memiliki 12.899 karyawan (konsolidasi) per 31 Desember 2020.

CIMB Group merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan terbesar kedua di Malaysia sekaligus salah satu kelompok usaha perbankan universal terkemuka di ASEAN. Produk dan jasa yang ditawarkannya mencakup produk dan jasa perbankan konsumer, perbankan investasi, perbankan Syariah, pengelolaan aset dan asuransi. CIMB Group berkantor pusat di Kuala Lumpur, dan beroperasi di seluruh negara anggota ASEAN (Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, Kamboja, Brunei, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Filipina). Selain di kawasan ASEAN, CIMB Group mendirikan pula kantor di China, Hong Kong, India, Sri Lanka, Amerika Serikat, Inggris, dan Korea. Saham CIMB Group tercatat di Bursa Malaysia melalui CIMB Group Holdings Berhad. Per 31 Desember 2020, kelompok usaha ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang mencapai USD10,8 miliar.(rls)

Pos terkait