Antisipasi Mudik, Pemkab Majene Perketat Penjagaan Perbatasan

  • Whatsapp
Antisipasi Mudik, Pemkab Majene Perketat Penjagaan Perbatasan

MAJENE, UPEKS.co.id—Guna mengantisipasi Mudik Lebaran 2021, Pemkab Majene perketat penjaggaan di Perbatasan dengan menurunkan TIM gabungan Satpol PP, Kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan untuk disiagakan di perbatasan di wilayah Majene.

Tim mulai akan melalukan penjagaan dan pengawasan bagi para pemudik yang akan melintas di wilayah Majene pada Senin, (26/4/2021).

Bacaan Lainnya

Bupati Majene Lukman menegaskan bahwa tim gabungan sudah mulai melakukan pengawasan di perbatasan Majene. Perbatasan yang dijaga adalah perbatasan Majene dengan Mamuju dan Majene dengan Kabupaten Polman.

“Sesuai rapat dengan Forkopinda yang dilaksanakan Pemkab Majene disepakat bahwa kita mengikuti keputusan dari pemerintah pusat dan kita di Majene juga melakukan pelarangan Mudik Lebaran tahun 2021,” kata Lukman, usai pertemuan di ruang rapat wakil Bupati Majene, Senin (26/4/2021).

Menurut Lukman, dengan adanya keputusan larangan Mudik Lebaraan, baik masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lainnya sesuai dengan keputusan Pemerintah Pusat, itu dilakukan untuk menghambat dan memutus mata rantai penyebaran penularan Covid-19.

“Kita ketahui bersaama bahwa salah satu penyebab adanya penularan Covid-19 adalah, adanya mobilisasi ke luar masuk daerah dengan skala besar seperti Mudik, sehingga perlu dilakukan pelarangan,” tegas Lukman.

Lukman juga mengimbau kepada seluruh ASN di Lingkup Pemkab Majene dan masyarakat umum untuk tidak melakukan Mudik Lebaran atau keluar masuk ke Majene, demi keselamatan bersama.

“Meski demikian tetap ada toleransi bagi mereka yang mempunyai kepentingan khusus, misalnya perjalanan dinas bagi ASN, serta mereka yang bekerja di luar daerah, dengan syarat dilengkapi dengan bukti surat keterangan bebas dari penularan Covid-19 (Rapid Tes Antigen),” ucap Lukman.

Lebih jauh Lukman, menjelaskan bahwa dalam pelarangan Mudik tersebut nantinya akan ada 3 fase yang dilakukan yakni, fase pengetatan dimulai hari ini, kemudian peniadaan mulai tanggal 6 Mei, kemudian dilanjutkan kembali dengan pengetatan pasca hari raya.

“Artinya pengetatan petugas melakukan operasi dengan ketat di perbatasan, serta terdapat syarat didalamnya seperti adanya bukti RDP Antigen, kemudian peniadaan artinya tidak ada lagi yang boleh keluar atau melintas, jika ada ASN ataupun masyarakat umum yang kedapatan mudik akan dikenai sanksi karena melanggar kedisiplinan,”pungkasnya.(Alim).

Pos terkait