Amir Uskara, Beri Pengakuan Tentang Abubakar, Politisi Satunya Sikap dan Perbuatan 

  • Whatsapp
Amir Uskara, Beri Pengakuan Tentang Abubakar, Politisi Satunya Sikap dan Perbuatan 
MAKASSAR, UPEKS.CO.ID–Ketua Fraksi PPP DPR RI Dr.H.M.Amir Uskara, M.Kes., memberi penilaian dan testimoni dalam Buku Abubakar Wasahua, Menebar Cinta di Jalan Dakwah yang diterbitkan Yapensi dengan Editor Bachtiar Adnan Kusuma, tokoh perbukuan nasional.
Menurut Pembina Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini, mengakui kalau sebagai koleganya di partai dan di DPR RI, Amir mengakui betul keterlibatan dan kehadirannya sangat membantu Fraksi PPP dalam ikut memperjuangkan RUU nenjadi sebuah undang-undang, dengan masukan-masukannya yang sangat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.
” Pak Abu aktif terlibat langsung dalam rapat kerja dengan pemerintah baik sewaktu menjadi anggota DPRD Sulsel 15 tahun maupun di DPR . Ia politisi yang punya sikap, satu kata dan perbuatan” kata Amir Uskara, Sabtu (3/4).
Sementara itu, juru bicara Persaudaraan Muslimin Indonesia Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan kalau Ketua Ikatan Alumni Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Sulsel yang juga Ketua PW Parmusi Sulsel, Dr.H.Abubakar Wasahua, M.H. meluncurkan bukunya berjudul” Menebar Cinta di Jalan Dakwah”, Kamis 8 April 2021 di hotel Alauddin, Jl.Sultan Alauddin Makassar.
Sejumlah tokoh yang tampil sebagai pembicara, di antaranya Prof.Dr.H.Arismunandar, M.Pd., Prof.Dr.Syafiuddin, Drs.H.M.Sjaiful Kasim, M.M. moderator Dr.Quraisy Mathar, M.Hum.
Menurut BAK, di buku Abubakar Wasahua, dalam rangkaian cerita tentang kehidupannya ini, mengajarkan tentang keberanian memilih. Memilih jalan yang tak biasa. Ia memberanikan diri, dari Ambon merantau ke Makassar. Demi meraih mimpi mendapatkan pendidikan yang layak.
Termasuk ketika memilih mendedikasikan diri sebagai pengemban dakwah. Tak mudah. Dakwah adalah aktivitas para Nabi. Tidak sembarang orang terpilih yang mau dan sanggup mengembannya. Dan Abubakar Wasahua memilih untuk meniti jalan itu.
Karena pilihannya menyusuri jalan dakwah, berbagai resiko harus Ia tanggung. Harus ikhlas menjadi pelayan para ulama. Rela berlama-lama di kampus, karena harus berbagi perhatian dengan umat. Sampai sempat berurusan dengan pihak keamanan. Karena dikira hendak berbuat keonaran. Padahal dakwah itu adalah satu kata tentang pembuktian cinta.
Berbagai tantangan di jalan dakwah yang dialaminya, tidak sedikitpun menyurutkan langkahnya. Kalau dalam dakwah ada derita, itu wajar saja. Bila dakwah ada lelah, itu biasa. Tekad dirinya sudah begitu kuat. Terus berada di jalan dakwah, sampai nanti, sampai mati. Inilah jalan terindah yang ia pilih, Abubakar Wasahua, Menebar Cinta di Jalan Dakwah.(rls)

Pos terkait