Kaum Milenial Kunci Lestarikan Benda Upacara Daur Hidup

  • Whatsapp
Kaum Milenial Kunci Lestarikan Benda Upacara Daur Hidup

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Guna menjaga kelestarian peninggalan benda budaya dan nilai nilai karakteristik suatu daerah, peran kaum Milenial atau generasi penerus sangat penting.

Bahkan peran generasi muda menjadi kunci terwujudnya pelestarian benda benda peninggalan sejarah, budaya suatu daerah.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Denny Irawan, saat membuka pameran temporer dalam daerah dengan tema benda upacara daur hidup sebagai refleksi siklus kehidupan manusia, beberapa waktu lalu.

Denny menjelaskan, melalui kegiatan pameran upacara benda daur hidup akan memberikan pengetahuan dan pemahaman akan sejarah suatu bangsa atau daerah dengan ragam budaya dan karakteristik tersendiri.

“Meski pameran ini dilaksanakan secara live streaming atau zoom virtual dan lingkup terbatas di tengah pandemi covid-19, diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan wawasan dan jiwa nasionalisme bagi pelajar anak anak kita sebagai gnenerasi penerus, akan pentingnya sejarah budaya suatu bangsa atau daerah,” terang Denny.

Ia juga berharap melalui pameran upacara benda daur ulang dapat dinikmati seluruh masyarakat dan tetap mencintai potensi budaya daur ulang, khususnya di daerah Sulawesi Selatan.

Sementara, Kepala UPT Museum La Galigo Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Ernawaty Azikin mengatakan, pameran upcara benda daur ulang koleksi Museum La Galigo terselenggara atas dukungan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman serta Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.

“Pameran ini merupakan upaya peningkatan layanan dan akses masyarakat untuk memperkenalkan upacara benda daur hidup sebagai refleksi kehidupan manusia mulai proses kelahiran dan kematian. Beragam upacara benda daur hidup menjadi koleksi Museum La Galigo. Seperti koleksi pakaian adat, koleksi peralatan melahirkan,perkawinan, tulisan, artefak yang memiliki nilai budaya karakteristik tersendiri,” terangnya. (ris)

Pos terkait