Ketum HMI MPO: RI Belum Didukung Alutsista yang Memadai

  • Whatsapp
Ketum HMI MPO: RI Belum Didukung Alutsista yang Memadai

JAKARTA, UPEKS.co.id— Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail dengan tegas mengatakan, peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 tidak bisa dinilai atau dilihat sebagai suatu kecelakaan semata.

Tapi kapal selam buatan Jerman yang telah beroperasi sejak 1981 ini menjadi satu paramater buruknya Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang dimiliki oleh militer Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Dari berbagai informasi yang dihimpun bahwa telah terjadi retakan pada kapal yang diduga tidak mampu menahan tekanan air laut pada kedalaman lebih dari 500 meter yang kemudian mengakibatkan kapal akhirnya pecah dan terbelah menjadi 3 bagian,” ujarnya berdasarkan rilis yang diterima Upeks, Senin, (26/4/2021).

“Lalu bagaimana Militer Indonesia mampu menjaga kedaulatan NKRI terutama wilayah perairan yang terhampar sangat luas sedangkan tidak didukung dengan Alutsista yang memadai, belum lagi tugas menjaga keamanan wilayah darat dan udara,” tambah Affandi.

Terhadap insiden ini, maka, kata Affandi, pihak yang paling bertanggungjawab adalah Kementerian Pertahanan RI karena dinilai gagal di dalam meningkatkan kualitas Alutsista Militer Indonesia.

“Padahal evaluasi dan kajian mengenai pentingnya memodernisasi Alutsista itu sudah sejak lama disampaikan dan kebutuhan untuk peremajaan Alutsista itu sendiri adalah statemen Menteri Pertahanan Prabowo Subianto,” paparnya.

“Olehnya itu PB HMI mendesak kepada Kementerian Pertahanan RI untuk mentransparansikan pengelolaan anggaran Kementerian Pertahanan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen terhadap kepentingan bangsa dan negera,” tandas Affandi. (jir)