Rancang Perda Prokes, DPRD Lutim Kajian ke Kabupaten Gowa

  • Whatsapp
Rancang Perda Prokes, DPRD Lutim Kajian ke Kabupaten Gowa

GOWA, UPEKS.co.id —Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Luwu Timur (Lutim) kunjungan kerja ke Kabupaten Gowa, Kamis (22/4/2021).

Ketua Pansus DPRD Luwu Timur, Sarkawi mengatakan kedatangannya untuk kajian terhadap Perda Wajib Masker dan Penerapan Protokol Kesehatan yang telah diterapkan di Gowa.

Bacaan Lainnya

“Kami datang kesini untuk meminta informasi dan masukan terkait dengan telah ditetapkannya Perda Wajib Masker dan Penerapan Protokol Kesehatan di Gowa,” ujarnya.

Saat ini, kata Sarkawi, pihaknya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Kita di Luwu Timur masih sementara pembahasan Perda Protokol Kesehatan. Jadi kami perlu mendapat rujukan untuk bahan kelengkapan pembahasan diskusi kami,” ucap politisi dari Partai Gerindra ini.

Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Gowa, Muh Rusdi saat menerima rombongan DPRD Lutim mengatakan, 2020 lalu pemkab terbitkan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Wajib Masker dan Penerapan Protokol.

Menurutnya Perda ini lahir sebagai upaya pemkab dalam penanganan dan pencegahan penularan Covid-19.

Selain Perda, Rusdi juga menyebutkan sebelumnya pemkab Gowa juga telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup),

“Kita sampaikan sebelum ada Perda ini kita ada Peraturan Bupati (Perbup) tentang PSBB, dan setelah lahir Perda ini dan sejalan dengan itu kita ada launching gerakan sejuta masker. Dalam Perda itu kita tidak tekankan ke sanksi tapi ke pencegahan,” jelasnya saat menerima rombongan di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa, Mahmuddin mengatakan, Perda Wajib Masker dan Penerapan Protokol Kesehatan ini merupakan Perda Pertama di Indonesia.

Dirinya juga menyebutkan bahwa kehadiran Perda Wajib Masker dan Penerapan Protokol Kesehatan ini lahir karena Perbup yang sebelumnya dikeluarkan dinilai tidak efektif.

Dirinya menjelaskan bahwa Perbup hanya mengatur lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa saja, tidak mengatur masyarakat secara keseluruhan.

Kemudian Perbup ini hanya memuat sanksi sosial saja, seperti membersihkan dan push up.

“Pemerintah Kabupaten Gowa memandang bahwa kalau peraturan bupati tidak terlalu efektif diterapkan di seluruh masyarakat kita. Sehingga kami memandang bahwa Perda Wajib Masker ini perlu dan inilah yang dianggap paling efektif waktu itu,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Perda ini akan menjadi payung hukum bagi petugas dalam penegakan pendisiplinan protokol kesehatan di Wilayah Kabupaten Gowa.

“Dalam Perda ini lebih banyak pencegahan kalaupun ada sanksi itu tidak paling terakhir. Dan yang paling penting lagi adalah bagian edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dalam hal ini dalam bentuk Perda,” tambahnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr. Hasanuddin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Ikhsan Parawansa dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gowa, dr Gaffar.(sofyan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *