Kenaikan Tarif Parkir Bandara Dikeluhkan

  • Whatsapp
Kenaikan Tarif Parkir Bandara Dikeluhkan

MAROS.UPEKS.co.id–– Kenaikan tarif parkir bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel dikeluhkan sejumlah pengguna jasa Bandara. Menurut mereka, tarif kenaikan itu sangat memberatkan, apa lagi tidak ada sosialisasi sebelumnya.

Salah seorang pengguna jasa bandara, Mukhtar mengaku jika kenaikan tarif itu baru ia tahu setelah  mengantar adiknya bekerja di dalam Bandara.

Bacaan Lainnya

Ia pun kaget karena tarif parkir yang berlaku sudah Rp 5 ribu padahal sebelumnya hanya Rp3 ribu.

“Tidak semua pak yang masuk kesini itu orang kaya. Saya ini antar adik saya yang kerja jaga toko di dalam, kaget juga karena kenapa bisa saya bayar 5 ribu padahal saya naik motor. Harusnya kan ada sosialisasi dulu ke masyarakat ini kayak tiba-tiba,” kata Mukhtar, Selasa (20/04).

Kenaikan tarif parkir itu juga dinilainya tidak pantas karena fasilitas parkir sementara di Bandara saat ini sangat buruk. Belum lagi kondisi Bandara juga masih dalam tahap renovasi yang jelas merubah kenyamanan pengguna jasa.

“Kalau dibilang parkirnya sudah bagus, yah mungkin wajar saja dinaikkkan. Ini sekarang parkirannya sangat jelek begitu, malah dinaikkan. Seharusnya ditahan dulu sampai parkirannya selesai dibuat. Apa lagi juga ini masa pandemi, kasihan juga warga,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, ketua Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD Maros, Hasmin Badoa mengatakan, pihak angkasa pura seharusnya menunda kenaikan tarif parkir itu.

Selain minim sosialisasi, kenaikan tarif parkir itu bahkan tidak dibahas di DPRD Maros.

“Setahu saya memang tidak pernah dibahas soal itu (kenaikan tarif) di DPRD Maros. Saya malah tahunya dari media. Kalau memang begitu, saya berharap itu dipertimbangkan lagi. Karena kan jelas ada warga yang merasa diberatkan,” kata Hasmin.

Lebih lanjut, Ia juga sepakat jika ada kenaikan tarif saat fasilitas parkiran baru di Bandara sudah bisa dipergunakan. Selain itu, ia juga menyebut jika pengguna jasa bandara itu bukan hanya orang menengah keatas, banyak pekerja-pekerja di sana yang gajinya pas-pasan.

“Jangan juga dibahasakan kalau semua orang yang masuk bandara itu orang berada semua. Banyak juga orang biasa kok, misalnya karyawan outsourcing yang gajinya pas-pasan. Kita harus fikirkan semua itu pastikan mereka tidak keberatan,” terangnya.

Senada dengan hal itu, Anggota Komisi II DPRD Maros lainnya, Muh Amril menyatakan, pihak Angkasa Pura terkesan memanfaatkan situasi hingga menaikkan tarif parkir dengan cepat di awal ramadan ini.

Apalagi saat ini setoran pajak parkir dari Bandara juga ternyata sudah turun menjadi 20 persen. Penurunan juga ini dalam waktu
dekat akan kami bahas juga di DPRD.

“Jadi ada kesan memanfaatkan situasi lah kalau saya. Seharusnya tidak tepat kalau dilakukan sekarang, selain karena masih pandemi, yah harusnya diselesaikan dulu itu fasilitas parkirnya baru dinaikkan,” sebut Amril.

Dikonfirmasi terkait kenaikan tarif parkir, Pihak Angkasa Pura melalui Humasnya, Iwan Risdoanto mengatakan alasannya menaikkan tarif itu karena investasi gedung parkir baru dan sudah dua tahun belum pernah menaikkan tarif.

“Kenaikan tarif sudah dikoordinasikan dengan Pemkab dan DPRD karena SK Bupati ada. (Alasannya) Investasi gedung parkir baru dan sudah beberapa tahun tidak pernah menaikkan tarif,” terang Iwan. (alfi).

Pos terkait