Ketua DPRD Kolaka Sepakat Bubarkan Komite CSR PT.Vale Indonesia

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kolaka Sepakat Bubarkan Komite CSR PT.Vale Indonesia
Ketua DPRD Kolaka Syaifullah Halik bersama Ketua Komisi II DPRD Kolaka Ahdan, Musdalim Zakkir dan Dokter Hakim Nur Mampa menerima pengunjuk rasa di depan pintu gerbang DPRD Kolaka. (Foto: pil).
Ketua DPRD Kolaka Sepakat Bubarkan Komite CSR PT.Vale Indonesia

Ketua DPRD Kolaka Syaifullah Halik bersama Ketua Komisi II DPRD Kolaka Ahdan, Musdalim Zakkir dan Dokter Hakim Nur Mampa menerima pengunjuk rasa di depan pintu gerbang DPRD Kolaka. (Foto: pil).

KOLAKA,UPEKS.co.id—Ketua DPRD Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra), H Syaifullah Halik didampingi Ketua Komisi II DPRD Kolaka Ahdan bersama anggotanya Musdalim Zakkir dan Dokter Hakim Nur Mampa bersikap.

Syaifullah bersama anggota saat menemui massa pengunjuk rasa dilakukan oleh Forum Swadaya Masyarakat Daerah (Forsda) dan Himpunan Pengusaha Pekerja Putra Mekongga (HP3M) dikoordinir Jabir Teto Luhukuwi gelar orasi di depan pintu gerbang DPRD Kolaka, Rabu (7/4/21).

Bacaan Lainnya

Dihadapan massa Forsda dan HP3M mendukung aksi yang dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada pihak managemen PT Vale Indonesia kapan membangun pabrik nikel di Kolaka.

Syaifullah menegaskan akan segera memanggil pihak managemen PT Vale untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat Kolaka.

“Sejak periode lalu kami sudah menyuarakan kepada Vale kapan membangun pabrik di Kolaka,”ungkapnya dihadapan pengunjuk rasa.

Selain itu kata Syaifullah bahwa masyarakat sudah bosan hanya dijanji-janji terus dengan komitmen yang tidak pernah terealisasi.

“Masyarakat Kolaka tidak anti investasi, tetapi komitmen Vale untuk membangun pabrik itu kita minta agar segera diwujudkan sesuai komitmennya membangun pabrik,”kata Syaifullah.

Selain itu Syaifullah menegaskan dihadapan pengunjuk rasa mendukung untuk menolak adanya Komite CSR Vale Indonesia, yang dibentuk secara sepihak tanpa ada aturan yang jelas. Sebagaimana disuarakan oleh massa Forsda dan HP3M.

“Kami mendukung dan sepakat apa yang disuarakan oleh Forsda dan HP3M agar Komite CSR Vale Indonesia segera dibubarkan, karena komite ini tidak mengakomodir kepentingan masyarakat lokal,”tegas Syaifullah.

Sementara Jabir kordinator Forsda dan HP3M Kolaka menjelaskan bahwa seharusnya pihak Vale Indonesia membangun pabrik smelter, kenapa justru Vale membangun gedung pemuda, bahkan dihadiri langsung oleh direkturnya Niko Kanter.

“Itu yang kita sesalkan kenapa Vale kenapa hanya membangun gedung pemuda, mengapa bukan pabrik yang lebih dulu dibangun,”tegas Jabir.(pil)

Pos terkait