Balitbangda Palopo Seminar Tata Ruang dan Mitigasi Banjir

  • Whatsapp
Balitbangda Palopo Seminar Tata Ruang dan Mitigasi Banjir

PALOPO.UPEKS.co.id—Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Palopo Menggelar Seminar Tata Ruang dan Mitigasi Bencana di Ruang Pertemuan Ratona Kantor Walikota Palopo, Rabu 07 April 2021.

Laporan Kepala Balitbangda Andi Enceng, SE., M.Si menyampaikan seminar hari ini dihadiri kurang lebih 80 peserta yang terdiri dari Pimpinan Perangkat Daerah, kepala wilayah kecamatan, kepala wilayah kelurahan dan akademis.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan terhitung sejak tanggal 25 februari sampai 25 April 2021 Seminar ini kita harapkan akan melahirkan rekomendasi sebagai tindak lanjut seminar ini.

Mewakili Walikota Palopo dalam hal ini Asisten III Setda Kota Palopo Dr. dr. HM. Ishaq Iskandar, M.Kes menyampaikan, pembangunan kota Palopo sebagai bagian integral dari pembangunan regional dan nasional pada hakekatnya merupakan suatu proses yang bersifat integratif baik dalam tataran perencanaan, pelaksanaan maupun pengendalian.

Mengingat ruang lingkupnya yang sangat luas kegiatan pembangunan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab
pemerintah melainkan harus di dukung seluruh komponen masyarakat.

Oleh karena itu hubungan kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat merupakan kata kunci yang strategis dan harus menjadi fokus perhatian terutama untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam pembangunan.

Mitigasi bencana alam dapat dibagi menjadi dua yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non struktural, mitigasi struktural berhubungan dengan usaha-usaha pembangunan konstruksi fisik sedangkan mitigasi non struktural antara lain meliputi perencanaan tata ruang yang disesuaikan dengan kerentanan wilayah dan memberlakukan peraturan pembangunan.

Adapun narasumber dalam seminar ini adalah DR. H. Agus Salim, MS selaku tenaga ahli teknik perencanaan wilayah dan kota kemudian Ilham Alimuddin, ST., M.GIS tenaga ahli teknik geologi dan geografi informasi sistem (GIS) dan Hasrul, S. hut., M. Si selaku tenaga ahli kehutanan. (echa).

Pos terkait