2021 Pemda Anggarkan Rp 92,450 M Lebih Penangan Stunting

  • Whatsapp
2021 Pemda Anggarkan Rp 92,450 M Lebih Penangan Stunting

KOLAKA, UPEKS.co.id–Ketua tim koordinasi penanganan stunting Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) H Sjamsul Kadar Hanise memaparkan tahun anggaran 2021 pemerintah menganggarkan untuk penanganan stunting sebesar  Rp92,450 miliar lebih.

Anggaran sebesar itu dalam penanganan stunting diperluas di 65 desa dari 12 Kecamatan se Kabupaten Kolaka sebanyak 156 kegiatan tersebar di 17 Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) lingkup Pemda Kolaka.

Bacaan Lainnya

Hal itu dipaparkan Kepala Bappeda Kolaka Sjamsul Kadar Hanise juga Ketua Tim Kordinator Stunting Kabupaten Kolaka pada saat melakukan pertemuan lintas sektor dalam rangka rembuk stunting(aksi 3) program percepatan pencegahan dan penurunan Stunting di Kab Kolaka tahun 2021 berlangsung di salah satu hotel pada(31/3/21).

Dikatakannya pelaksanaan aksi tiga penanganan stunting mulia dari identifikasi sampai pada penyusunan rencana aksi. Penuntasan stunting tahun 2021 diperluas di 65 desa mencapai 156 kegiatan tersebar di 17 Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) yang dianggarkan sebesar Rp 92,450 miliar lebih.

“Kita targetkan tahun 2045 Kabupaten Kolaka bebas dari masalah stunting,”ujar Kadar.

Lanjut Kadar Tahun 2021 angka stunting masih mencapai 14,6 persen itu dari hasil penelitian Bappenas RI. Kadar juga menegaskan dalam menuntaskan stunting ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah tetapi dibutuhkan komitmen dan keterlibatan semua pihak.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Harun Masirri, juga bertindak selaku moderator dalam diskusi penanganan stunting dihadiri semua Camat, Kepala Desa, Lurah, akademisi, tokoh masyarakat dan Kepala Puskesmas, menegaskan bahwa kunci keberhasilan penangan stunting dibutuhkan aksi nyata di lapangan. Untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat utamanya bagi wanita hamil betapa pentingnya memperhatikan asupan gizi saat sedang mengandung.

“Kunci keberhasilan penanganan stunting di masyarakat tergantung sejauh mana komitmen dan tindakan di lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya bagi ibu hamil agar memperhatikan asupan gizinya. Kalau ibu hamil kekurangan gizi maka bayi yang dilahirkan pasti rentan terhadap stunting,”ungkap Harun.(pil)

Pos terkait