MAKASSAR CITY

UPA Hadirkan Swab Tes PCR Standar Dunia

UPA Hadirkan Swab Tes PCR Standar Dunia

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Kasus penyebaran Covid-19 hingga saat ini belum menunjukan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Bahkan, Pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa varian baru Covid-19 sudah merangsek ke tanah air.

Masyarakat diminta agar tetap patuh pada protokol kesehatan serta melakukan Rapid Test dan Swab PCR bila ada gejala-gejala menyerupai Covid-19.

Di Makassar sendiri, masyarakat punya banyak pilihan tempat untuk melakukan Rapid Test dan Swab PCR. Salah satu cara yang paling praktis adalah dengan tes swab drive thru dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang tersedia di Klinik Patria Lestari Universitas Patria Artha (UPA) Makassar.

Dianggap praktis lantaran masyarakat yang hendak tes usap tak perlu turun dari kendaraan. Justru petugaslah yang menghampiri kendaraan pasien saat pengambilan spesimen.

“Jadi orang tidak usah turun dari mobil, dipake itu aja, antigen atau apa semuanya. Untuk meminimalisir itu (penyebaran). Hasilnya lebih cepat,” kata Rektor UPA Makassar, Bastian Lubis.

Sementara itu, terkait standarisasi alat yang digunakan, Bastian mengklaim sudah berstandar dunia. Seluruh alat dan bahan yang digunakan dalam rangkaian tes usap ini didatangkan dari luar negeri. Dimana, extraksinya didatangkan dari Korea Selatan, sedangkan deteksinya dari Jerman dan Amerika Serikat.

UPA Hadirkan Swab Tes PCR Standar Dunia

“Standarnya sudah standar paling bagus, karena mesinnya didatangkan dari Amerika, Jerman dan Korea. Jadi inilah pengembangan yang dilakukan Fakultas Kesehatan Universitas Patria Artha,” lanjut Bastian.

Sementara itu, Marketing Layanan Swab PCR Drive Thru Klinik Patria Lestari, Agung Supriana menyebut, tes usap drive thru ini tidak hanya menyasar masyarakat Makassar dan sekitarnya saja tapi juga terbuka untuk umum. Termasuk para pelancong dari luar negeri.

“Sebenarnya kalau pasien boleh dari mana saja. Bahkan kalau ada dari luar negeri datang ke Makassar. Sebelum kemana-mana bisa swab dulu untuk keperluan prokes,” tandas Agung.

Lebih lanjut, Agung menyebut, untuk hasilnya tidak butuh waktu lama. Lantaran, proses deteksi dan extraksi spesimen tidak lagi harus dibawah ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), melainkan diuji langsung di lab milik UPA.

“Langsung di tes disini karena ada lab disini. Karena memang alatnya ada disini. Alatnya ada satu, tapi kemampuan alatnya sekali running itu bisa 96 tes. Dalam dua jam bisa bisa menyelesaikan 96 pasien. Sebenarnya hasilnya bisa 2,5 jam diketahui,” tutup Agung. (Rasak)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top