Tindak Lanjut MoU KTNA – Perpadi, Disdagrin Sidrap Turun Awasi Alat Ukur Timbang Pedagang

  • Whatsapp
Tindak Lanjut MoU KTNA - Perpadi, Disdagrin Sidrap Turun Awasi Alat Ukur Timbang Pedagang

SIDRAP UPEKS.co.id—–Pemkab Sidrap melalui Unit Metrologi Legal (UML) Dinas Perdagangan dan Perindustrian, melakukan pengawasan dan penertiban alat Ukur, Takar, Timbang dan Peralatannya (UTTP) pedagang pengumpul dan penggilingan padi di wilayah Kabupaten Sidrap.

Kegiatan ini menindaklanjuti nota kesepahaman antara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sidrap, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Sasarannya adalah pedagangan pengumpul yang melakukan transaksi atau penimbangan di lapangan.

Hal tersebut dapat sampaiakn Kepala Disdagrin Sidrap, Ahmad Dollah saat di konfirmasi melalui ponselnya, Ahad, 14 Maret 2021.

Lanjut Ahmad Dollah mengatakan, pengawasan dan penertiban yang melibatkan personil Satpol PP Sidrap, tersebut berlangsung selama lima hari, dimulai sejak 12 Maret kemarin.

Dikatakan Ahmad Dollah, tujuan kegiatan untuk melindungi konsumen, dalam hal ini petani, dari kecurangan akibat alat UTTP yang digunakan pedagang pengumpul dan penggilingan padi belum pernah ditera/tera ulang.

Dijelaskan Ahmad bahwa, pengawasan dan penertiban oleh tim terpadu sifatnya persuasif. Jika didapati UTTP yang belum ditera/tera ulang, pemiliknya diimbau melakukan tera/tera ulang di lab metrologi atau di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

“Langkah selanjutnya, kata dia jika sudah diimbau secara persuasif belum juga diindahkan, dengan sangat terpaksa akan dilalukan penyitaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terang Ahmad Dollah.

Pekan lalu, difasilitasi Pemkab Sidrap, KTNA dan Perpadi Sidrap menyepakati MoU tentang acuan penjualan gabah dan beras.

Beberapa poin disepakati, di antaranya penggunaan timbangan atau neraca yang kondisi baru atau baik dan telah dikalibrasi atau ditera oleh bidang metrologi atau pihak yang berwenang dalam kondisi normal sesuai masa tera yang berlaku yang ditandai dengan adanya segel resmi pada timbangan tersebut. (Risal Bakri).

Pos terkait