Tim Penyidik Kejari Takalar Panggil 22 Orang, Hadir 15

  • Whatsapp
Tim Penyidik Kejari Takalar Panggil 22 Orang, Hadir 15
TAKALAR, UPEKS.co.id–Pasca pergantian kepala Kejaksaan negeri Takalar. Sejumlah temuan BPKP Sulsel langsung ditindak lanjuti ,pihak kejaksaan Negeri Takalar.

Terbukti sejumlah mantan direktur RSUD HPN Takalar telah dipanggil oleh pihak penyidik kejaksaan Negeri Takalar untuk dimintai keterangan terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes).

Bacaan Lainnya

Tidak hanya para mantan direktur dimintai keterangan tapi juga termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan mantan pejabat lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Takalar Salahuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap sejumlah mantan direktur RSUD HPN Takalar, dan pejabat  lainnya.

“Untuk lebih rincinya coba koordinasi dengan kasipidsus karena pemeriksaannya berlangsung di ruang kasipidsus,” ujar mantan Kasipenkum Kejati Sulsel kamis,(4/3/21)

Lanjut Salahuddin  semua kasus yang ditangani Kajari Takalar akan dituntaskan.

“Kasus ini masih dalam tahap penyidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk kasus dugaan korupsi barang alkes laboratorium rumkit H Padjonga Daeng Ngalle dan kasus ini diperiksa berdasarkan temuan BPK,” jelas kasi pidana khusus (pidsus), Suwarni Wahab, Kamis (4/3/2021)

Dengan tegas dijelaskan , Suwarni Wahab  mengatakan, pengadaan barang alkes yang diadakan dan diduga telah menjadi obyek dugaan korupsi berupa 152 unit mesin alkes, peralatan mesin dan alat laboratorium.

” Yang pasti kasus pengadaan alkes ini akan rampung dalam waktu dekat dan pemanggilan berulang terhadap pihak terkait akan dilakukan setiap saat,” terang mantan kasipidum Kejari Bantaeng.

Kasus ini kata dia, melibatkan tiga rekanan masih dalam tahap penyidikan, namun hasil pemeriksaan sementara menyebutkan dugaan kerugian negara  diduga melibatkan lima mantan dirut rumkit Takalar mencapai Rp 6 Milyar.

” Hari ini yang dipanggil 22 orang dan yang hadir memenuhi panggilan penyidik hanya 15 orang dan dugaan sementara kerugian negara mencapai 6 Milyar,” Ungkap Suwarni Wahab.

Kelima dirut rumah sakit Takalar tersebut diperiksa karena dianggap mengetahui seluk beluk belanja pengadaan barang alkes rumah sakit H Padjonga Daeng Ngalle mulai tahun 2013 hingga tahun 2019 lalu.(Jahar).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *