ANEKA

Terima Laporan IDI Makassar, Kapolda Sulsel Bubarkan Tatap Muka di MAN 2 Makassar

Terima Laporan IDI Makassar, Kapolda Sulsel Bubarkan Tatap Muka di MAN 2 Makassar

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Kepala sekolah MAN 2 kota Makassar, Kaharuddin melalui surat B. 008/Ma.21.12.02/PP.006/03/2021 minta orang tua siswa lakukan tatap muka langsung secara terbatas.

Pembukaan sekolah tatap muka ini dikhususkan bagi siswa kelas X . Mendapat penolakan Keras Ikatan Dokter Indonesia Kota Makassar , pihak sekolah sudah diberi peringatan bahaya Covid-19 terhadap anak anak namun tetap membuka tatap muka padahal Covid-19 masih tinggi .

Ketua IDI Kota Makassar dr Siswanto Wahab Sp.KK didampingi Humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin SH MKes mengatakan, apapun alasannya kita bicara fakta, positive Rate 19 persen di Indonesia. Artinya 10 orang dilakukan testing swab/PCR akan ada 4 orang positif , standar WHIO hanya 5 persen.

Selain itu angka Covid-19 propinsi Sulsel masih masuk 5-7 tertinggi di Indonesia dan Makassar sebagai epicentrum. Atas dasar itu IDI Makassar tolak kebijakan tatap muka baik secara bertahap atau sekaligus semua jenjang pendidikan.

Apa yang dilakukan MAN 2 Model bentuk pelanggaran UU no 4 Tahun 1984 terkait wabah penyakit menular, dan UU no 6 tahun 2018 tentang Kekarantinan Kesehatan bentuk ketidakpekaan terhadap pandemik Covid-19. Guru saja belum divaksin apalagi siswa, ujar dokter Anto.

Dikatakannya, siapa yang mau bertanggung jawab, jika anak anak kena Covid-19. Anak anak bisa terpapar di sekolah, bisa kena saat pergi atau pulang ke sekolah, setelah itu membawa virus ke keluarga dampaknya terjadi klaster sekolah serta meninggi lagi klaster keluarga bebernya dalam rilisnya Rabu, 3 Maret 2021.

IDI Kota Makassar menghimbau masyarakat melaporkan jika ada kebijakan sepihak sekolah gelar tatap muka di tengah meningginya Covid-19.

Terima Laporan IDI Makassar, Kapolda Sulsel Bubarkan Tatap Muka di MAN 2 Makassar

Seluruh warga sekolah termasuk guru dan staf sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19 , idealnya untuk Sulawesi selatan 1200-1300 setiap hari pemeriksaan swab/PCR diluar pemeriksaan penderita positif Covid-19 .

Setelah itu kita masuk Kepada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah, termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril.

Intinya IDI Makassar Tolak kebijakan Buka Sekolah saat Covid-19 Masih Tinggi Di Sulsel , IDI Kota makassar ucapkan terima kasih bapak Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam bersama jajarannya atas dukungannya memutus penyebaran virus corona di sulawesi selatan pungkas Dokter Anto .

Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam Ms.i mendapat laporan IDI Makassar, adanya pembukaan proses tatap muka di MAN 2 Model Makassar langsung memerintahkan jajaran Polrestabes Makassar menertibkan.

Menurut Kapolda, di tengah pandemik Covid-19 baik sosial masyarakat , ekonomi , ibadah dan pendidikan panglima tertinggi adalah kesehatan.

Polda Sulsel bersama jajarannya mendukung Organisasi profesi dokter IDI Kota Makassar sudah mengingatkan bahaya terhadap anak yang bisa terpapar Covid-19 kepada kepala dinas pendidikan bersama seluruh jajaran kepala sekolah di semua tingkatan TK, SD, SMP, SMK/SMK dan madrasah aliyah baik negeri atau swasta.

Terkhusus Kepsek MAN 2, soal kebijakan tatap muka langsung selama positif Rate belum di bawah 5 persen di Sulsel, perlu diingat tiga poin diperhatikan, masa depan anak, yakni hak anak hidup , hak anak sehat dan hak anak mendapatkan pendidikan, ujar kapolda. (rls),

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top