Terhantam Pandemi Covid-19, Cerita Catering Raffa Mulai Bangkit

  • Whatsapp
Terhantam Pandemi Covid-19, Cerita Catering Raffa Mulai Bangkit

 

MAKASSAR, Upeks.co.id — Sejak virus corona atau covid-19 mewabah di tanah air. Banyak pelaku usaha bangkruk dan gulung tikar. PHK terjadi di mana-mana. Pengangguran bertambah. Perekonomian terpuruk.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, banyak dari pelaku usaha makanan atau catering memilih bertahan. Segala cara dilakukan agar usaha mereka tetap berjalan. Meskipun harus menerima kenyataan omzet menurun. Karyawan terpaksa dikurangi karena tak mampu membayar upah.

Seperti dilakukan Catering Raffa. Usaha makan-minum yang melayani prasmanan, pernikahan, nasi box, syukuran dan aqiqah. Harus rela elus dada menerima kenyataan omzet yang terus menurun di tengah pandemi.

“Setahun yang lalu, kami lalui masa-masa sulit. Masa pandemi covid-19, semua usaha mengalaminya. Kami juga hampir gulung tikar. Hanya saja kami harus bertahan, meskipun sangat sulit,” kata Penanggungjawab Catering Raffa, Umar S, di warkop Makassar, Sabtu 13 Maret 2021.

Menurut Umar, pedisnya perekonomian saat itu memaksanya harus berfikir keras agar usahanya tetap jalan. Saat itu, Cateringnya mengandalkan acara-acara nikahan dan lainnya. Namun, sejak wabah corona, pemerintah lakukan lock down dan tidak ada kegiatan kumpul-kumpul membuat cateringnya goyang.

Dirinya hanya bisa elus-elus dada. Aktivitas hariannya nyaris tidak ada. Padahal, usahanya saat itu masih mengandalkan pesan dari acara-acara nikahan dan aqiqah.

“Corona juga menyerang usaha. Ditambah lagi mobil operasional kami dicuri. Mobil yang kami gunakan operasional setiap saat digunakan bila ada event kami. Dan alhamdulillah saat ini kami sudah berbenah, mulai sedikit-sedikit menerima pesanan,” kata Umar.

Dia mengatakan, tahun 2021 ini, pihaknya mengubah konsep bisnisnya. Media promosi. Media sosial (medsos) turut diperbaharui. Begitu pula peralatan-peratannya. Cateringnya perlahan-lahan mulai menerima pesanan.

“Berhubung ada yang membantu permodalan, jadi kami mulai berbenah. Perizinan dan legalitas usaha, Insya Allah seritifikat halal, dan lainnya telah terbit tahun ini,” singkatnya.

“Awal tahun ini, kami mulai mendapatkan amanah sediakan nasi kota di sejumlah kantor-kantor. Meskipun jumlah terbilang kecil, namun kami ingin belajar dari sini. Alhamdulillah kisaran 30-50 lah per hari. Semoga saja ini bisa rutin setiap harinya,” tambahnya.

Dia mengatakan, mendorong bergairahnya kembali aktivitas ekonomi, utamanya pelaku usaha catering tidak terlepas dari peranan pemerintah, khususnya pemerintah kota makassar. Dengan memberikan kebijakan ke pelaku usaha, termasuk bantuan modal dan bimibingan atau pendampingan. (rls)

Pos terkait