Temukan Indikasi Korupsi, Kejari Takalar Tingkatkan Kasus Pabrik AMDK PDAM ke Penyidikan

  • Whatsapp
Temukan Indikasi Korupsi, Kejari Takalar Tingkatkan Kasus Pabrik AMDK PDAM ke Penyidikan

TAKALAR.UPEKS.co.id—Hanya dalam tempo dua minggu melakukan pengusutan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar menemukan bukti terjadinya dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) PDAM Takalar 2018 yang menelan anggaran sekira Rp1,2 miliar.

Kajari Takalar, Salahuddin melalui Kasipidsus, Suwarni Wahab kepada Upeks mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan selama dua minggu, pihaknya menemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi. Sehingga, kasus pembangunan pabrik AMDK PDAM Takalar tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kami belum bisa membeberkan berapa kerugian negara dan siapa tersangkanya. Karena baru dilakukan penyidikan. Insya Allah, nanti kami akan sampaikan berapa kerugian negara dan siapa tersangkanya,” ungkapnya, Jumat (12/3/2021).

Sekadar diketahui, kasus dugaan korupsi tersebut, awalnya dilaporkan LSM Jaringan Penggiat Anti Korupsi danKriminal (Jangkar) di Kejati Sulsel, 30 November 2020. Laporan kemudian dilimpahkan ke Kejari Takalar.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Kajari Takalar, Salahuddin. Karena, belum cukup sebulan menjabat Kajari, telah berhasil mengungkap dugaan korupsi di PDAM Takalar,” ucap Sahabuddin Alle, Ketua LSM Jangkar Sulsel.

Selaku NGO, ia sangat mengapresiasi kinerja Kejari Takalar, khususnya Kajari dan Kasi Pidsus. “Saya salut, dengan kinerja Kajari Takalar. Semoga tidak lama dilakukan penyidikan, sudah bisa ditetapkan tersangkanya,” harapnya. (penulis berita: rif).