Skema KKN Pasca Bencana, Wujud Kepedulian UNM Hadir di Tengah Bencana

  • Whatsapp
Skema KKN Pasca Bencana, Wujud Kepedulian UNM Hadir di Tengah Bencana

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Husain Syam melepas secara resmi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap TA 2020/2021. Pelepasan secara virtual, Selasa, (16/3/2021).

Di tengan pandemi covid-19, membuat pelaksanaan KKN berbeda dari sebelumnya. UNM membuat kebijakan KKN domisili dimana para peserta KKN, lakukan aktivitas KKN di tempat mukim masing-masing dibekali program yang wajib mereka lakukan.

Bacaan Lainnya

Rektor UNM dalam paparannya menjelaskan, UNM merupakan penggagas pertama KKN domisili yang diterapkan diberbagai kampus di Indonesia sebagai jawaban untuk tetap melangsungkan proses akademik terus berjalan.

KKN ini pula UNM menghadirkan beberapa skema KKN, diantaranya KKN Pasca bencana, sebagai wujud keseriusan UNM hadir di tengah masyarakat.

Kelak akan fokus program trauma healing dan membantu
pemerintah Sulbar dalam mengembalikan situasi belajar bagi sekolah dan anak didiknya.

“Berbagai skema KKn kita hadirkan, ada KKN dalam kampus, KKN Pasca bencana dimana para mahasiswa kita terutama mahasiswa pisikologi memberikan trauma heling. Tujuannya menggairahkan dan menyemangati kembali masyarakat pasca bencana,” kata rektor.

Program lain yang bisa dilakukan pasca bencana ialah mengembalikan situasi belajar, memberikan pemahaman secara emosianal,” katanya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu bersinergi seluruh komponen masyarakat yang ada di lokasi KKN masing-masing, dengan hadir sebagai masyarakat akademik, masyarakat intelektual yang mampu menyesuaikan dengan adat istiadat yang ada di loaksi penempatan masing-masing.

“Saya sangat berharap sejauh yang saya pahami mahasiswa KKN UNM kehadirannya selalu membawa harapan di tengah masyarakat, kita hadir untuk bersinergi, karena itu, kita hadir dalam bingkai masyarakat akademik, masyarakat intelektual,” tambahnya.

Di lokasi KKN ada namanya adat istiadat, kita hadir menyesuaikan adat istiadat yang ada di lokasi KKN,” jelasnya.

Selain KKN domisili yang di mulain setahun yang lalu sebagai respon dari pandemic Covid-19, pada kali ini pula UNM menghadirkan beberapa jenis model KKN diantaranya KKN Pasca bencana, sebagai wujud keseriusan UNM dalam menyelesaikan problem masyarakat.

Kepala Pusat KKN, Arifin Manggau menyebutkan, sebannyak 1052, yang terbagi dalam KKN Reguler domisili 533 orang, KKN Terpadu domisili 410 orang, KKN Tematik Merdeka Belajar sebanyak 18 orang, KKN Profesi sebanyak 48 orang, dan KKN Kampus sebanyak 43 orang yang tersebar dibeberapa provinsi di Indonesia.

“Mahasiswa KKN, tersebar di 28 kabupaten kota. Provinsi Sulsel terdiri dari 21 kabupaten kota, provinsi Sulbar 2 kabupaten kota, dan provinsi lainnya, ada 5 provinsi Jakarta, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Papua. Mahasiswa dibimbing dosen pembimbing lapangan 32 orang orangnya,” ungkapnya.

“Pusat KKN-PM UNM juga telah merancang beberapa jenis-jenis KKN yang tentunya berangkat dari pikiran- pikiran rektor. Diantaranya KKN Pasca bencana, sebagai wujud keseriusan UNM dalam menyelesaikan problem masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, hadir Kadisdik Provinsi Sulsel, Prof Muhammad Jufri dan Kadisdik Provinsi Sulbar Prof. Gufran Darma Dirawan memberi pembekalan kepada mahasiswa KKN UNM. Demikian Humas UNM Burhanuddin, melaporkan. (rls).

Pos terkait