NEWS

Pentingnya Peran Ibu dalam Pencegahan Penularan COVID-19

Pentingnya Peran Ibu dalam Pencegahan Penularan COVID-19

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sosok ibu mempunyai peran yang sangat penting dan menjadi ujung tombak dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru yang produktif dan aman dari penularan COVID-19.

Memaksimalkan edukasi protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) yang ketat kepada keluarga akan membuat lingkaran terdekat aman dari virus Corona.

Hal itu diungkap Pakar Kesehatan Ibu dan Anak, dokter Salwa Mochtar dalam Dialog Publik yang digelar Poros Pemuda Indonesia (PPI) Sulsel di Warkop Alira Topaz Panakkukang, Sabtu (20/03/2021).

Dialog yang membahas pentingnya penerapan protokol kesehatan secara kerat pada masa pandemi ini menampilkan pembicara yakni Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar dokter Wahyudi Muchsin, Wakil Ketua DPD KNPI Sulsel Indira Mulyasari Paramasuti, dan dr Arfan.

Dokter Salwa Mochtar mengatakan keluarga merupakan wadah berkumpulnya anggota maupun unit terkecil di masyarakat. Dalam fungsinya keluarga dapat saling memantau kondisi setiap anggota keluarganya untuk mengetahui jika ada yang bergejala terpapar COVID-19 atau tidak.

“Sebagai ibu rumah tangga tentu memiliki peran dan berkewajiban melindungi diri dan anggota lainnya sebagai pemantau, pengingat dan contoh teladan pembudayaan menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dan 3 M (Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci tangan) agar terhindar dari penularan COVID-19,” tuturnya.

Peranan penting lainnya, lanjut Juru Bicara Partai Golkar Sulsel ini, adalah memberikan informasi yang benar bagi masyarakat terkait bahaya COVID-19. Apalagi, kata dia, vaksin lengkap tak menjamin 100% seseorang tidak terpapar.

“Vaksinasi dalam agama Islam adalah bentuk ikhtiar kita terhindar dari COVID-19. Tapi tetap seelalu ingatkan anak-anak dan anggota keluarga lain untuk menggunakan masker ketika bepergian ke luar,” ujarnya.

“Bukan hanya sekadar pakai, tapi jenis masker juga harus diperhatikan agar benar-benar aman. Jangan pernah bosan mengingatkan anak-anak untuk menerapkan kebiasaan jaga jarak dan menjauhi kerumunan karena itu kunci untuk melindungi keluarga dari penularan Covid-19,” kata dokter Salwa.

Sementara itu, Humas IDI Kota Makassar, dokter
Wahyudi Muchsin mengulas pencegahan COVID-19 dengan perketat kedisipilan. “Sejak awal saya dan teman teman IDI membuat Satgas COVID-19. Saya sendiri melihat dengan mata langsung bahwa COVID-19 tidak bisa disamakan dengan flu. Kita harus menyadari bawah COVID-19 tidak bisa dipandang enteng,”ujar Wahyudi.

Untuk itu, tegas Dokter Koboi–sapaan akrabnya, IDI memberikan warning kepada siapapun bahwa selama positif Makassar belum di bawah 5 %, pihaknya tidak merekomendasikan pembelajaran tatap muka apabila siswa dan guru tidak divaksin.

“Kami dari IDI selalu minta untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan kami tidak merekomendasikan pembalajaran tatap muka apabila siswa dan guru tidak divaksin,”ucapnya. (mah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top