ANEKA

Limbah Medis Puskesmas di Luwu Dipihakketigakan

LUWU.UPEKS.co.id— Puskemas di tiap kecamatan di Kabupaten Luwu, dipastikan pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (LB3) dari seluruh fasilitas layanan kesehatan sudah tertangani dengan baik.

Namun pengelolaannya tak dilakukan secara mandiri, melainkan dipihakketigakan lantaran ketiadaan alat pemusnah limbah medis yang dimiliki Dinkes Luwu, kata PLT Kadis Dinkes Luwu, Dokter Rosnawary, Selasa (02/02) .

Dikatakannya, pengelolaan LB3 seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) ditangani pihak ketiga yang biasa bekerjasama transpoter (perusahaan pengangkut). Perusahaan tersebut telah mendapatkan izin sesuai peraturan perundangan.

Ia memastikan, LB3 di 22 puskemas di Kabupaten Luwu dikelolah dengan baik oleh pihak ketiga. Pemusnahan limbah medis tak dilakukan secara mandiri.

Menurutnya, volume limbah medis di Luwu cukup besar lantaran banyaknya jumlah fasyankes. Namun dia tak menyebut produksi limbah tersebut.

Diakui Rosna, limbah medis dari fasyankes harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 dan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 96 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

Pembuangan limbah medis tak bisa secara sembarang, ada aturannya. Oleh karena itu, Dinkes juga mengawasi aktivitas transporter limbah medis tersebut.

“Yang di Pustu itu limbahnya dia bawa ke puskemas ditampung sekalian disitu, lalu diangkut pihak ketiga ” tukas Dokter Rosnawari. (echa).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top