Forum Perempuan Pemimpin Makassar Kutuk Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

  • Whatsapp

 

Forum Perempuan Pemimpin Makassar Kutuk Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

Bacaan Lainnya

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi peledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral,Jl Kajaolaliddo, Makassar, Forum Perempuan Pemimpin Makassar (FPPM) prihatin dan mengutuk aksi tersebut.

Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua FKPM, Ir Hj Nurfajri FL, M.Pd saat membacakan pernyataan sikap FPPM dihadapan sejumlah wartawan di Gedung Islamic Centre/DPP IMMIM Jl Sudirman, Makassar, Ahad (28/3).

Saat membacakan pernyataan sikap, Hj Nurfajri FL didampingi, Nelly Suciady (Persatuan Umat Buddha Indonsia), Erlina Kongkoli (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Nurul Ulfah (Ketua PW Fatayat NU Sulsel), Nurjannah Abna (Musimat NU), Lusiana Lamba (Keuskupan Agung Makassar), Yuspiani (Forum Pemimpin Perempuan) dan Alita Karen (Forum Pemerhati Masalah Perempuan Sulsel),

Menurut Nurfajri FL, forum FPPM sangat prihatin terhadap para korban luka-luka. Untuk itu, atas nama FPPM mengutuk aksi terorism apapun motifnya. Selanjutnya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku tindakan terorism ini.

Dibagian lain, FPPM mengajak seluruh umat beragama menumbuhsuburkan rasa kasih persaudaraan untuk memadamkan benci dan dendam. Rasa benci dan dendam hanya menjadi lahan subur aksi aksi teror.

Forum Perempuan Pemimpin Makassar Kutuk Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

Di akhir pernyatannya, FPPM mengajak para perempuan untuk sadar terhadap lingkungannya, agar turut serta mencegah terjadinya aksi – aksi teror, tandas Nurfajri.

Senada dengan itu, Nelly Suciadi dari Persatuan Umat Buddha Indonesia mengaku sangat sedih. Semua agama mengajarkan kita agar saling mengasihi, sehingga seharusnya tidak menyakiti. Kami bangga di FPPM ini terbina nilai dan semangat persaudaraan.

”Mungkin ada kesalahfahaman, tapi mengapa, ada orang mau melakukan tindakan seperti itu. Perlu pendekatan, mengapa berbuat demikian untuk menyakiti. Padahal selama ini kita hidup damai,” kata Nelly Suciadi.

Sementara itu, Lusiana Lamba dari Keuskupan Agung Makassar menandaskan, salah satu tanggung jawab kita dari kaum perempuan, pentingnya mengedukasi rakyat hingga tingkat bawah (akar rumput).

”Mari kita saling mengasihi dan tidak saling menyakiti, karena semua agama mengajarkan cinta kasih sesama manusia,” harap Lusiana Lamba.

Anggota Persatuan Gereja Geraja Sulsel, Erlina Kongkoli mengajak seluruh umat beragama dan juga perempuan untuk menumbuhkan rasa cinta kasih di tengah perbedaan.

“Mari kita saling merangkul sesama umat beragama sehingga kita satu pemahaman, bahwa alangkah indah hidup dalam damai dan aman,” kata Erlina.

Rangkaian kegiatan, sebagai wujud nyata pentingnya menumbuhsuburkan semangat cinta kasih, sejumlah pengurus FPPM dipimpin Ir Nurfajri FL,M.Pd aksi bagi bunga mawar kepada para pengendara yang melintas di jalan Sudirman, tepatnya di depan Gedung Islamic Centre/DPP IMMIM, Ahad sore (28/3).

”Aksi bagi bunga yang dilakukan ini, untuk mengajak seluruh umat beragama menumbuhkan rasa kasih sayang dan persaudaraan”, kata Hj Nurjannah Abna dari Muslimat NU Sulsel. (arf).