Dokter Muh Aris; Selama Kondisi  Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Prokes Tetap Diberlakukan

  • Whatsapp
Dokter Muh Aris; Selama Kondisi  Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Prokes Tetap Diberlakukan

 KOLAKA, UPEKS.co.id–Juru bicara (Jubir) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Dokter Muh Aris mengungkapkan selama kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir maka Protokol kesehatan(Prokes) tetap diberlakukan.

Kini Pemda Kolaka melalui Dinas Kesehatan Kolaka telah melakukan vaksinasi pelaksanaannya sudah memasuki tahap kedua. Kepada media ini Aris menuturkan penyuntikan vaksinasi merupakan salah satu usaha yang dilakukan bersama. Tujuannya untuk memunculkan kekebalan menyeluruh terhadap masyarakat atau dikenal dengan istilah “Herd Immunity”.

Bacaan Lainnya

Kapan herd immunity bisa tercapai? Menurut teori bahwa kalau sekitar 70 persen populasi dalam suatu kelompok kebal terhadap suatu kuman maka sesungguhnya kekebalan kelompok telah tercapai.

Beberapa keluhan dan pertanyaan, kapankah protokol kesehatan bisa dihentikan? Sampai kapan Rapid Tes Antigen(RTA) hasil non reaktif diberlakukan untuk perjalanan terutama pesawat? Apakah setelah di vaksin dua kali, berarti kita sudah bebas dari bayang-bayang rapid tes tersebut, dan seterusnya. Protokol kesehatan masih terus harus kita lakukan selama kondisi pandemi belum berakhir atau selama penyebaran Covid-19 masih terus terjadi.

Karena masih disepakati sebagai cara terbaik mencegah penyebaran covid 19 hingga saat ini. Menyoal Rapid Tes Antigen yang berlaku untuk sekali perjalanan terutama udara merupakan langkah yang Alhamdulillah telah mulai terlihat cukup sukses menekan laju penyebaran Covid-19. Beberapa daerah terlihat sudah sangat menurun angka kejadiannya tidak terkecuali di Kab.Kolaka.

Semoga saudara-saudara kita yang kadang memaki dan protes mengenai kebijakan RDT antigen ini, bisa menyadari bahwa makian dan umpatannya selama ini kurang tepat karena merasa terbebani dengan penambahan ongkos.

Bagi yabg sudah mendapatkan vaksinasi dua kali, masih tetap harus mematuhi protokol kesehatan juga masih harus tetap di RDT Antigen sebagai syarat perjalanan, karena target herd immunity belum tercapai dengan beberapa alasan;

1. Efektivitas vaksinasi tidak bisa dijamin 100 persen, .bagaimana kalau kita termasuk kategori orang yang telah divaksin tapi gagal menimbulkan kekebalan? Meski angka kejadiannya bisa sangat kecil.

2. Sekiranya vaksin telah menimbulkan kekebalan sesuai harapan, boleh jadi kita memang tidak bergejala atau gejala ringan ketika virus menginfeksi kita, tapi ingat masih bisa menulari orang lain. Kita kemungkinan besar aman tapi orang sekitar belum aman. Kemungkinan RDT Antigen untuk perjalanan dihentikan sekiranya minimal 70 persen populasi sudah kebal.

Keberhasilan pemberian vaksinasi tidak bisa dilihat perorangan, tetapi harus dilihat perkelompok, karena memang tujuannya memberi kekebalan kelompok… jadi intinya mari kita sabar bersama dan menunggu aba-aba dari dunia dan pemerintah.

“Kita ukuti aturan dan petunjuk yang ada, tidak perlu terlalu banyak protes dan komentar miring apalagi kalau kita punya pengetahuan terbatas,”tutur Aris.

Aris mengajak kepada semua masyarakat menyukseskan vaksinasi sebagai kegiatan merubah kehidupan normal.

“Marilah kita bersama sukseskan vaksinasi sebagai kegiatan merubah nasib, untuk kembali menjalani kehidupan normal,”ujar Aris Ketua IDI Cabang Kolaka.(pil)

Pos terkait