Bupati dan Wabup Bahas Pentingnya Integritas dan Efisiensi 

  • Whatsapp
Bupati dan Wabup Bahas Pentingnya Integritas dan Efisiensi 

BULUKUMBA, UPEKS.co.id – Sejumlah topik bahasan mengemuka saat Bupati H.A.Muchtar Ali Yusuf dan Wabup H.A. Edy Manaf menggelar rapat bersama seluruh pejabat lingkup Pemkab di ruang rapat bupati, Kamis (18/3/21).

Rapat dihadiri Pj. Sekda A. Misbawati Wawo, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kabag dan Camat, memberikan penekanan atas kebijakan yang akan dilakukan.

Bacaan Lainnya

Bupati Muchtar Ali Yusuf menekankan pentingnya kedisiplinan, loyalitas dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara dalam bekerja dan tidak melakukan hal-hal yang bisa mencederai integritas.

Bupati menengarai ada upaya oknum tertentu yang melakukan tindakan tidak terpuji dengan menghapus atau menghilangkan data/ dokumen dalam file dengan tujuan atau motif tertentu.

A. Utta sapaan akrabnya menegaskan agar hal seperti ini jangan terjadi oleh karena akan berkonsekuensi hukum pidana.

Utta juga menyinggung langkah-langkah efisiensi yang akan dilakukannya, beberapa hal diantaranya pembatasan kegiatan perjalanan dinas dan belanja Alat Tulis Kantor, yang dinilai perlu untuk dikurangi.

“Kalau kita ingin membangun Bulukumba maka langkah proteksi dan efisiensi ini harus dilakukan,” ujar A.Utta.

Sementara itu Edy Manaf menyinggung terkait disiplin ASN dan Tenaga Honorer atau Pihak Ketiga.

Edy mengungkapkan bahwa dalam rangka mengontrol dan mengukur kinerja pegawai, salah satunya adalah penerapan disiplin kerja, dan akan segera dimulai dengan langkah-langkah pengawasan dan inspeksi mendadak.

“Ini akan menjadi salah satu tolok ukur untuk melakukan evaluasi. 8000 lebih honorer atau pihak ketiga yg menelan anggaran 4,5 miliar setiap bulan perlu untuk diproyeksi terhadap kontribusi dalam mencover beban kerja di seluruh Organisasi Perangkat Daerah.

Kekurangan guru dan distribusi penempatannya akan segera dievaluasi setelah presentasi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Terkait pakaian yang digunakan, maka sesuai dengan Peraturan Bupati, tenaga honorer atau pihak ketiga diharuskan menggunakan baju putih dan celana hitam, akan disampaikan kemudian melalui edaran bupati terkait hal ini,” jelas Edy Manaf. (sufri)

Pos terkait