13 Mahasiswa Fak. Sastra UMI Terjaring Kampus Mengajar Kemendikbud 2021

  • Whatsapp
13 Mahasiswa Fak. Sastra UMI Terjaring Kampus Mengajar Kemendikbud 2021

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Sebanyak 13 mahasiswa Sastra UMI berhasil menangkap peluang menjadi pengajar selama 3 Bulan di beberapa Sekolah Dasar (SD) di Makassar, Maros hingga Wakatobi.

Ke-13 Mahasiswa dari Enam Program Studi (prodi) dinyatakan lolos dan mengikuti pembakalan, siap menjalani program Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Program Kampus Merdeka saat ini membuka peluang mahasiswa menjadi tenaga pendidik di SD yang masih membutuhkan bantuan tenaga pengajar di masa pandemic covid 19.

Mahasiswa senang karena lokasi yang ditentukan Kemendikbud yang dekat dengan alamat domisili mahasiswa yang lolos dalam program ini.

Pimpinan Fakultas Sastra UMI diwakili oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMI , Abd. Majid, S.Sos.I., M.Si, sangat mengapresiasi mahasiswa yang telah berjuang, semangat yang tinggi untuk menjadi bagian dari program unggulan ini.

Tentu segenap pimpinan Fakultas dan Prodi di Sastra UMI akan memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam kegiatan penting ini.

”Saya berharap inilah program yang link and match antara kampus dan program pemerintah. Apalagi selama ini, mahasiswa yang lolos memang memiliki prestasi dengan jejak akademik dan pengalaman yang baik di kampus,” tandas Abd. Majid.

Bukan hanya dari prodi pendidikan, lanjut Majid, tetapi juga sastra dan komunikasi memang sudah terlatih mengajar, sering terlibat dalam kegiatan pengabdiaan, Bakti Sosial organisasi dalam bentuk sosialisasi di Sekolah dan Daerah di Wilayah Sulawesi Selatan.

Ditambahkannya, pihaknya yakin mahasiswa bisa beradaptasi dengan baik dalam program ini meskipun masih program ini pertama untuk tahun 2021.

Mahasiswa yang lolos berharap agar pihak program studi segera mempersiapkan apa yang menjadi kebutuhan kami dalam mengikuti kegiatan ini.

”Mahasiswa kami sangat berharap kegiatan ini berkelanjutan dan kedepan bisa dikuti lebih banyak lagi mahasiswa, dan jaminannya kami berjanji akan mengharumkan almamternya selama menjalani program ini,” ungkap Abd. Majid.

Sejumlah mahasiswa mangatakan, siap beraksi, berkolaborasi dan berkreasi selama 12 minggu untuk meningkatkan pembelajaran di sekolah dasar, terutama yang di daerah 3T.

Pihaknya akan membantu Bapak/Ibu guru serta murid-murid Sekolah Dasar., agar mendapat kesempatan belajar optimal selama pandemic.

Program ini juga menuntut kami bisa mengembangkan diri, kreatif, kepemimpinan, dan kemampuan interpersonal di lokasi.

Apalagi dalam kegiatan ini, kami mendapat dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), mendapatkan insentif berupa uang saku hingga potongan UKT.

Bantuan biaya hidup Rp 700 ribu per bulan, selama penugasan, kami selaku mahasiswa yang terpilih akan mengajar berperan sebagai duta edukasi perubahan perilaku Covid 19.

”Mohon doanya, moga kelak kami dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai harapan dan program pemerintah,” kata Delza Algiwity, mahasiswi Prodi Komunikasi UMI yang lolos seleksi dan mendapatkan lokasi mengajar di SD Muhammadiyah, Karuwisi, Makassar. (rls).