MAKASSAR CITY

Warga Usul Lahan Ex Pemolongan Jadi RTH

Warga Usul Lahan Ex Pemolongan Jadi RTH

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Salah seorang peserta Sosialisasi Perda No 3 Tahun 2014 tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang digelar oleh DPRD Kota Makassar di Hotel Grand Maleo mengusulkan agar pemerintah mejadikan lahan bekas Pemolongan di Jl Moh Yamin untuk dijadikan RTH.

Hal itu disampaikan Warga Kelurahan Barabaraya Utara, Muh Ihwan (20) saat mengikuti sosialisasi Perda RTH, Kamis (25/2).

“Kami ingin mengusulkan agar bagaimana lahan bekas pemolongan dijadikan RTH. Karena saat ini lokasi itu menjadi tempat kumuh dan ditempati oleh pemukim-pemukim liar,” ujarnya.

Menanggapi hal itu Anggota DPRD Kota Makassar, Ir H Muchlis A Misbah selaku pemateri mengatakan, pemerintah tidak bisa serta merta langsung membangun RTH di sebuah lahan, karena ada aturan-aturan yang harus diikuti.

“Pemerintah tidak bisa sembarangan membangun, nanti ditangkap oleh KPK karena menggunakan anggaran yang tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Apalagi kalau lahan itu bukan milik perintah, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Kemitraan Dinas lingkungan Hidup Kota makassar, Novi Narilla Akib mengatakan, lahan bekas pemolongan itu bukanlah milik pemerintah dan bukan juga Fasum/Fasos sehingga sulit untuk dijadikan sebagai RTH.

“Kalau masyarakat memang punya keinginan seperti itu, bisa bersurat ke pemilik lahan itu agar bisa digunakan sebagai RTH,” kuncinya.

Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPRD Kota  Makassar, Ir H Muchlis Misbah sebagai pemateri I,  Kepala Seksi Pengendalian dan Kemitraan Dinas lingkungan Hidup Kota makassar, Novi Narilla Akib dan A Aswin. A Sommeng Pemerhati RTH berperan sebagai pemateri III, dan dipandu Moderator Muh Akbar yang juga Wakil Direktur Harian Ujungpandang Ekspres.

Muchlis mengatakan, RTH di suatu kota seperti Makassar sangat penting. Untuk itulah sebagaimana perintah Perda, Pemkot Makassar mewajibkan penghuni untuk menyediakan lahan terbuka hijau sebesar 30 persen.

“Sementara digodok Komisi C untuk mengatur pengembang dimana akan menjadi persyaratan bagi para pengembang yang mau buka lahan baru akan memberi 30 persen untuk lahan hijau,” ujarnya.

Sementara Novi Narilla Akib memandang RTH penting untuk merawat ekologi dan mencegah banjir. “Kalau ada hujan pelimpahan air hujan masuk ke tanah di area RTH maka risiko banjir kecil,” ujarnya. (jir)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top