ANEKA

Tolak Aksi Anarkis, PB Hipermata Kecam Pendemo di Hari Jadi ke-61 Takalar

Tolak Aksi Anarkis, PB Hipermata Kecam Pendemo di Hari Jadi ke-61 Takalar

TAKALAR,UPEKS.co.id— Ketua Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB Hipermata) Suhardi, mengecam keras aksi anarkis di Hari Jadi Takalar pekan lalu yang berakibat satu anggota polisi Polres Takalar, Basri Dg Tarang babak belur.

Bahkan, sejumlah giginya dikabarkan rontok akibat terkena hantaman benda keras dari pendemo.

Ia menegaskan, jika aksi yang dilakukan sebaiknya ditempuh dengan cara- cara yang baik dan tidak perlu anarkis. Apalagi, tuntutan aksi tidak terlalu penting dan hanya sekadar mencari perhatian saja dar pemerintah daerah.

“Kita sayangkan dan mengecam aksi rusuh di Hari Jadi Takalar, apalagi tuntutan aksi yang dilakukan, bagi kami tidak mendasar dan kesannya hanya cari perhatian saja. Kalau memang untuk kebaikan kan bisa disampaikan dengan cara- cara yang baik,” tegas Suhardi, Senin 15 Februari 2021.

”Kami sangat menyayangkan sebuah lembaga yang kerjanya hanya demo- demo saja. Seolah aktivitas mereka hanya untuk berkoar di jalan saja, tanpa ada aktivitas yang lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Padahal banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk kebaikan daerah,” ujarnya.

“Sedikit- sedikit demo saja kerjanya, tidak capek, ataukah memang itu profesinya? Demonstrasi itu bisa saja, tetapi jangan juga diobral karena itu senjata pamungkas kita sebagai mahasiswa, banyak kegiatan sosial lain yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” terang dia.

Ia pun meluruskan tuntutan pendemo rusuh di Hari Jadi Takalar yang dinilai ngawur. Misalnya, meminta agar polisi menangkap Bupati dan Wabup Takalar karena ada dugaan korupsi.

Suhardi menegaskan, sejauh ini tak pernah mendengar kasus yang melibatkan kepala daerah Takalar ini disidik di kepolisian atau kejaksaan.

“Minta Bupati dan Wabup ditangkap, ini kan tendensius sekali tuntutannya, tersangka saja tidak, hasil audit kerugian negara juga tidak ada, bahkan setahu kami tak ada kasus yang bergulir di kepolisian atau kejaksaan,” ujarnya.

Untuk itu, PB Hipermata meminta agar Polres Takalar bertindak tegas terhadap aksi rusuh di Hari Jadi Takalar itu.

“Suhardi menegaskan, tidak ada lembaga dan orang yang kebal hukum.Kalau aksi rusuh dan apalagi ini ada korban, tindak saja sesuai aturan yang berlaku,” pinta Suhardi Lagi (Jahar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top