ANEKA

Terkait Santunan Pasien Covid-19 Wafat, Ini Penjelasan Sekretaris Dinsos Enrekang

Terkait Santunan Pasien Covid-19 Wafat, Ini Penjelasan Sekretaris Dinsos Enrekang

ENREKANG, UPEKS.co.id — Berdasarkan Surat Edaran Kemensos RI no 427/3.2/BS 01.02/06/2020 tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Virus Corona akan diberikan santunan kepada ahli warisnya.

Santunan Rp. 15.000.000 per jiwa dari APBN tersebut akan diberikan kepada ahli waris yang anggota keluarganya meninggal disebabkan terinfeksi Covid-19 yang dinyatakan oleh rumah sakit/Puskesmas atau Dinas Kesehatan.

Terkait hal tersebut, Dinsos Enrekang telah mengirim data-data pasien wafat akibat Covid-19 yang meninggal dunia di Enrekang ke Dinsos Provinsi yang selanjutnya akan dikirim ke Kemensos RI.

Namun hingga saat ini, tak satupun Keluarga pasien positif Covid-19 yang wafat menerima santunan tersebut.

Sekretaris Dinsos Enrekang, Sukma Dani mengatakan pihaknya telah mengirim sejumlah data pasien meninggal dunia karena virus Corona ke Provinsi.

Terkait Santunan Pasien Covid-19 Wafat, Ini Penjelasan Sekretaris Dinsos Enrekang

“Ada sudah kita masukkan usulan, tapi sampai di Kementerian bertumpuk itu usulan dan tidak seimbang lagi dengan anggaran. Jadi kita menunggu saja yang mana yang di ACC. Jadi kami sampaikan agar Keluarga pasien meninggal yang sudah kami usulkan untuk bersabar dulu” Kata Sukma Dani.

Sukma Dani menjelaskan salah satu kendala sehingga santunan tersebut belum disalurkan karena anggaran yang disiapkan Kemensos RI ternyata tidak seimbang lagi dengan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia.

” Sampai sekarang belum diproses karena anggaran satu banding tiga”. Katanya.

Santunan sebesar Rp 15. 000.000 tersebut nantinya akan langsung masuk ke rekening ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

” Jadi kami dari Dinas Sosial hanya mengusulkan dan memfasilitasi untuk mengirim data dan berkas ke Dinsos Provinsi, selanjutnya Provinsi yang akan mengirim data itu ke Kementerian”. Ujarnya.

Dinsos Enrekang sangat proaktif dalam menjemput bola jika ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Sukma Dani mengatakan, jika berkas sudah lengkap maka pihaknya segera mengusulkan ke Dinsos Provinsi. (Sry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top