PERKARA Dialog Interaktif, Bahas Banjir yang Kerap Terjadi di Enrekang Utara

  • Whatsapp
PERKARA Dialog Interaktif, Bahas Banjir yang Kerap Terjadi di Enrekang Utara

ENREKANG,UPEKS.co.id — Pergerakan Koalisi Rakyat (PERKARA) Enrekang menggelar dialog interaktif dengan membahas tiga hal. Diantaranya meminta PLTA Bakaru untuk menganggarkan CSR di Enrekang utara, meminta Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Je’neberang menggelontorkan anggaran untuk bronjong di area sungai yang potensi berdampak dan perubahan status jalan Malauwe- Surakan.

Hal ini dilakukan PERKARA karena karena diwilayah Enrekang Utara kerap terjadi banjir yang menimbulkan kerugian besar bagi petani dan peternak.

Bacaan Lainnya

Misbah, Ketua PERKARA mengatakan penyebab banjir adalah PLTA Bakaru. Menurutnya banjir dianggap sangat meresahkan masyarakat sehingga membutuhkan penanggulangan yang makasimal dari pihak- pihak terkait .

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kab Enrekang Ir. Runjaya Kasmidi dan Mustain Sumele,SE , Kepala Dinas Pertanian, Kepala dinas Peternakan dan Perikanan, perwakilan Dinas PU, Perwakilan Dinas BPBD Kabupaten Enrekang, Kordinator Pendamping Desa, Babinsa dan Tokoh masyarakat Se Enrekang Utara yang dilaksanakan di SMPN Temban, Desa Temban, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang , Selasa (9/02/2021).

“kegiatan ini adalah kerja sama kami dengan 4 kepala desa dalam merespon bencana banjir yang sangat merugikan masyarakat sehingga kami berinisiasi untuk mengagendakan dialog interaktif yang menghadirkan beberapa OPD terkait, anggota dewan dan tokoh-tokoh masyarakat beserta jajarannya” ujar Misbah.

ia menambahkan dalam sesi dialog meminta pandangan dari semua komponen, terkait 3 isu yang dilemparkan yang disimpulkan oleh DPRD Kab Enrekang. Solusi yang muncul akan menjadi acuan DPRD dalam menindaklanjuti isu tersebut sehingga aspirasi masyarakat bisa terakomodir sesuai harapan.

“Kami akan terus mangawal persoalan ini bersama dengan DPRD, OPD dan tokoh masyarakat sehingga diskusi hari ini bukan sebatas ceremonial saja tapi ada perlakuan dalam penindakannya sehingga bisa terelisasi sesuai harapan kami bersama” tandasnya.

sementara itu Mustain Sumele Wakil Ketua komisi II DPRD Kabupaten Enrekang mengungkapkan, DAS sudah menjadi kewenangan Balai besar sungai pompengan Je’neberang dan akan dikonsultasikan ulang untuk mencari informasi terkait permasalahan banjir yang sering terjadi di Enrekang utara .

jadi dialog hari ini bukan sampai disini saja dan tetap akan ditindaklanjuti sampai ke Provinsi. jadi tembuskan saja
surat ke DPRD untuk ditindaklanjuti sampai ke provinsi , ungkapnya.

Ir Runjaya Kasmidi selaku Anggota DPRD Kabupaten Enrekang menjelaskan akan tetap mengupayakan melakukan RDP di Provinsi agar pihak terkait seperti direktur PLTA Bakaru, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Bina Marga bisa dihadirkan nantinya oleh DPR Provinsi.

“jadi 3 unsur ini kita akan ketemu langsung saat RDP nantinya supaya 3 isu yang kita bahas akan sampai ke Provinsi” tutur fraksi dari PBB. (Sry)

Pos terkait