Percepat Transformasi Digital, Huawei Kembangkan Ekosistem Teknologi di Asia Pasifik

  • Whatsapp
Percepat Transformasi Digital, Huawei Kembangkan Ekosistem Teknologi di Asia Pasifik

JAKARTA, UPEKS.co.id– Huawei membuka Digix Lab pertamanya di Kawasan Asia Pasifik, berlokasi di Singapura untuk mendukung para pengembang dan mitra yang tergabung di ekosistem HMS.

Program ini diinisasi dalam rangka mendukung pengembangan ekosistem teknologi yang kian majemuk, serta mempercepat terwujudnya transformasi digital di kawasan regional.

Bacaan Lainnya

Pengembangan Digix Lab di area Changi Business Park mempertimbangkan posisi penting dari kawasan tersebut
sebagai hub teknologi di Asia Pasifik, serta dalam rangka turut mendorong pertumbuhan ekosistem mobile di regional.

Laboratorium ini juga dilengkapi dengan AR, VR, HMS Core Kits, serta beragam kapabilitas teknologi dan dirancang agar dapat mendukung para pengembang di semua level dalam mengembangkan aplikasi mobile.

“Huawei berencana mengembangkan ekosistem mobile untuk seluruh skenario ‘1+8+N’ dengan HMS demi mendukung para pengembang terus sigap berinovasi, yang selaras dengan kebutuhan pengembangan bisnis mereka menuju era kecerdasan baru. Digix Lab menghadirkan platform dalam membina dan menyediakan
perlengkapan bagi para pengembang dengan peranti pengembangan aplikasi yang mereka butuhkan, agar dapat
berinovasi dan terus maju di ruang digital,” jelas Jay Chen, Vice President of Huawei Asia Pacifik, dalam rilis yang diterima Upeks, Jumat (26/2/2021).

Perhelatan Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2021, yang mengambil tema “Connected Impact,” menampilkan bagaimana ekosistem digital akan dapat membawa perubahan-perubahan ke depan menuju terwujudnya dunia yang lebih baik.

Jay menambahkan, Huawei juga akan berkolaborasi bersama mitra-mitranya mengenai sejumlah program dalam mengembangkan ekosistem teknologi, dalam rangka mempercepat terlaksananya transformasi digital di kawasan Asia Pasifik.

Untuk melengkapi pengembangan DIGIX Lab, Huawei juga mengumumkan akan menyertakan lebih banyak aplikasi in-demand dari negara-negara setempat ke HUAWEI App Gallery untuk meningkatkan ekosistem mobile di kawasan.

Menurut laporan terbaru dari GlobalData, kawasan Asia Pasifik diprediksikan akan menjadi yang terdepan dalam pengadopsian teknologi 5G dengan sebanyak 1,14 miliar pelanggan, atau setara dengan 65 persen dari angka total langganan 5G di tingkat global pada tahun 2024.

Huawei tengah menghimpun komunikasi 5G dan standar-standar di industri dalam rangka meningkatkan skala dalam pengembangan aplikasi 5GtoB, melalui inovasi dan sejumlah kemitraan strategis yang dibangun bersama- sama dengan pelanggan.

Dalam rangka penguatan ekosistem 5G, Huawei juga berencana menggelontorkan investasi senilai 475 juta Thai baht (atau setara dengan 1,5 juta USD), untuk mendukung pengembangan 5G Ecosystem Innovation Center (EIC) di Bangkok.

Huawei juga komitmen menyelenggarakan program inkubasi untuk lebih dari 100 perusahaan rintisan lokal berskala menengah dan kecil (SME) dalam setiap tahunnya, untuk mengadopsi solusi-solusi 5G bagi beragam industri vertikal dalam tiga tahun ini. (eky/rls).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *